Hari Biasa (H).
Gal. 4:22-24,26-27,31 – 5:1; Mzm. 113:1-2,3-4,5a,6-7; Luk. 11:29-32.
Seorang Pelaut zaman dulu akan berlayar mengikuti rasi bintang menuju tempat tujuan. Bintang menjadi tanda baginya untuk memilih mana jalur terbaik yang harus dilalui. Setiap keputusan yang diambil harus sesuai dengan tanda-tanda bintang karena bisa saja keselamatan pelayaran tidak terjamin. Dalam sudut pandang pelaut, bintang di malam hari adalah tanda keselamatan. Ketika tanda itu tidak nampak, keselamatan pelayaran ini tidak bisa dijamin.
Bacaan Injil hari ini menampilkan sosok Yesus yang keras. Yesus mengkritisi generasi zaman yang selalu meminta tanda, padahal tanda itu sudah ada. Generasi ini, ingin agar Yesus membuat lebih banyak mujizat bagi mereka. Karena, dengan semakin banyak mujizat serta pengajaran, iman mereka akan semakin besar. Di sini terletak suatu disharmoni. Mereka menganggap apa yang sudah berlalu, biarlah berlalu dan mari mulailah hal yang baru. Dengan demikian, mereka melupakan segala perbuatan besar yang telah Allah lakukan. Ini adalah suatu tindakan yang jahat di mata Yesus. Dengan tegas Yesus berkata, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat, mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus”. Tanda-tanda yang sudah ada sebelumnya, janganlah dilupakan, karena dari situlah keberlangsungan karya keselamatan. Hendaknya iman tidak hanya muncul dari mata yang terus memandang gemerlapnya dunia, tetapi muncul juga dari mendengar serta meresapkan dalam hati semua firman Tuhan yang menjadi tanda keselamatan. Hingga akhirnya, ketika ratu dari selatan bangkit, kita tidak mendapat hukuman.
Jika kita ingin masuk dalam Kerajaan Surga, baiklah kita memperbaiki diri dan melakukan pertobatan. Pertobatan berarti menjauhi yang berdosa dan mempererat relasi kita dengan Allah. Memang tidak mudah untuk masuk Kerajaan Surga, akan tetapi Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk kembali kepada-Nya sampai-sampai Ia mengutus Putra-Nya dan memberikan malaikat pelindung untuk menuntun dan menghantar kita ke tempat yang telah disediakan Allah. Semoga kiranya rahmat Allah menuntun kita sampai ke kehidupan kekal. Amin.
(Fr. Salfatoris Duarmas)
“Angkatan ini adalah angkatan yang jahat, mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus”(Luk. 29:1).
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, mampukan kami untuk mampu membaca tanda-tanda zaman yang menuntun kami menuju pertobatan. Amin.











