“Jangan Menghasut! ”: Renungan, Sabtu 30 Juli 2022

0
1523

Hari Biasa (H)

Yer. 26: 11-16,24; Mzm. 69: 15-16, 30-31, 33-34; Mat. 14: 1-12.

            Dalam hidup, setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang berkarakter baik maupun berkarakter jahat. Karakter yang baik, pasti disegani oleh orang banyak. Sedangkan karakter yang  jahat, pasti tidak disukai oleh orang banyak.

Dalam Injil Matius, kita telah mendengar kisah tentang pembunuhan Yohanes Pembaptis. Kepalanya dipenggal oleh prajurit Herodes atas perintah raja Herodes. Peristiwa itu terjadi pada saat ulang tahun raja Herodes. Sejak itu seorang anak perempuan Herodias menari di depannya dan menyukakan hatinya. Herodes bangkit dan bersumpah akan memberikan apa saja kepada anak perempuan Herodias tersebut. Setelah ia bersumpah, ibu dari anak perempuan itu menghasut anaknya untuk meminta kepala Yohanes Pembaptis. Herodes sangat sedih, tetapi hal itu dilakukan agar nama baiknya tidak ternodahi oleh sumpahnya sendiri di hadapan orang banyak.

Kitab Yeremia juga menceritakan tentang bagaimana para imam dan para nabi menghasut para pemuka dan seluruh rakyat untuk membunuh Yeremia. Akan tetapi, hasutan tersebut tidak berpengaruh sama sekali, sehingga Yeremia tidak dapat dibunuh.

Injil Matius dan Kitab Yeremia sama-sama mengisahkan tentang hasutan. Setiap hasutan itu berasal dari sikap iri hati dan dendam yang melahirkan kejahatan bagi orang lain. Kita seringkali bersikap iri hati dan dendam kepada orang lain sama seperti para imam dan para nabi, serta ibu dari anak perempuan Herodias tersebut. Kita lebih suka menghasut sesama agar apa yang kita inginkan dapat terpenuhi. Terkadang hasutan itu diperkuat oleh  alasan-alasan yang mendasar, sehingga orang sangat mudah dihasut.

Kitab Mazmur memberikan kekuatan kepada kita semua agar terhindar dari kesesakan atau hasutan tersebut. Maksudnya agar kita tidak gampang dihasut oleh orang lain. Caranya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dan bersatu dengan-Nya melalui doa-doa kita kepada-Nya. Oleh sebab itu, kita semua diajak untuk tetap berdoa kepada Allah agar dapat dimampukan oleh-Nya, sehingga kita dihindarkan-Nya dari segala hasutan jahat yang berasal dari orang lain.

(Fr. Liberatus Lamere)

“Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan, keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku!” (Mzm. 69:30)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semua berada dalam perlindungan-Mu dan senantiasa dimampukan oleh-Mu untuk terhindar dari segala hasutan duniawi. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini