“Mendengarkan dan Menghidupi”: Renungan, Selasa 26 Juli 2022

0
1211

Pw. S. Yoakim dan S. Ana, Orangtua SP Maria (P)

Sir. 44:1,10- 15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17.

Hari ini Gereja Universal memperingati Santo Yoakim dan Santa Ana. Kedua sosok ini merupakan orangtua dari Bunda Maria. Mereka adalah keturunan Raja Daud yang setia menjalankan kewajiban-kewajiban agama dan senantiasa hidup dalam kasih, baik terhadap Allah ataupun kepada sesama. Hal inilah yang menjadi keistimewaan dari Santo Yoakim dan Santa Ana bahwa keteladanan hidup mereka menjadi rahmat bagi kehidupan banyak orang. Sebab melalui anak merekalah yakni Maria, dipilih oleh Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, Putra Allah Sang Juruselamat dunia.

Dalam Injil hari ini, kita mendengarkan bagaimana sabda Yesus yang menunjukkan rahmat Allah mengalir kepada orang yang berkenan kepada-Nya; “… bahwa ada begitu banyak nabi dan orang benar yang ingin melihat, tetapi tidak melihat, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Hal ini menunjukkan bahwa Allah menyatakan kehendaknya kepada mereka yang dikhususkan untuk merasakan rahmat yang begitu istimewa. Santo Yoakim dan Santa Ana adalah orang-orang yang menjadi sarana keselamatan Tuhan. Rahmat yang luar biasa ini mereka terima karena menjalani kehidupan dengan penuh tulus dan selalu diarahkan pada kemuliaan Allah.

Nama Yoakim dan Ana sungguh sesuai dengan maksud Allah. Yoakim yang berarti “persiapan bagi Tuhan” dan Anna berarti “rahmat”; Hal inilah yang menjadi keistimewaan mereka. Mereka sungguh-sungguh melihat dan mendengarkan sabda Tuhan dalam kehidupan mereka. Mereka melaksanakan semua perintah yang dikehendaki oleh Allah.

Dalam kehidupan ini ada begitu banyak hal yang telah kita lihat dan kita dengar setiap harinya. Tapi terkadang kita tidak menyadari bahwa segala yang kita lihat dan dengar merupakan rahmat Allah yang begitu istimewa dalam hidup ini. Sebagai orang beriman hal istimewa yang dapat kita lihat dan dengarkan setiap harinya adalah Ekaristi. Dalam Ekaristi kita mendengarkan sabda Tuhan dan merasakan rahmat penebusan Yesus Kristus sebagai sumber harapan bagi semua orang beriman. Namun terkadang kita tidak sadar bahwa apa yang kita lihat dan dengarkan itu adalah sumber rahmat hidup.

Semoga dalam hidup setiap hari kita benar-benar menyadari bahwa rahmat Allah selalu ada dalam diri kita. Seperti Santo Yoakim dan Santa Ana yang hidup dalam kasih dengan Allah dan sesama, kiranya kita juga bisa hidup demikian. Salah satu cara agar kita bisa demikian yakni dengan berjumpa dan mendengarkan sabda Tuhan dalam Ekaristi. Ketika kita benar-benar hidup dalam sabda Tuhan, maka rahmat Tuhan sendiri akan selalu menyertai kehidupan kita.

(Fr. Adri Montolalu)

“Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengarkan.” (Mat. 13:16)

Marilah berdoa:

Ya Allah, semoga aku dapat mendengarkan dan menghayati sabda-Mu setiap waktu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini