“Pertobatan Menuju Kebahagiaan”: Renungan, Selasa 12 Juli 2022

0
1346

Hari Biasa (H)

Yes. 7:1-9; Mzm. 48:2-3a,3b-4,5-6,7-8; Mat. 11:20-24.

Dalam kehidupan setiap orang pasti ada yang melakukan sebuah kesalahan yang membuat orang lain merasa kecewa, tetapi melalui kesalahan itulah kita berani membuka diri serta belajar dari kesalahan untuk menjadi yang terbaik lagi dalam kehidupan setiap hati. Bacaan injil hari ini lebih ditegaskan mengenai pertobatan yang harus dilakukan oleh setiap orang dalam kehidupannya sendiri lebih khusus kepada kota-kota yang tidak bertobat. Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di sana Yesus banyak melakukan mukjizat-Nya.

Kecaman Tuhan Yesus terhadap kota-kota yang tidak mau bertobat menjadi peringatan bagi kita setiap manusia sebagai pengikut Kristus. Dalam kehidupan sehari-hari Kita pun telah banyak menerima kelimpahan berkat dari Tuhan, tetapi sering tidak bersyukur atas berkat-berkat itu. Kita kurang bersyukur dalam menerima pemberian Tuhan dan kurang memakainya untuk melayani Tuhan dan sesama. Bahkan apa yang kita dapat sering kali kita masih merasa kurang, sebab apa yang kita miliki sekarang tidak seperti yang kita inginkan.

Kecaman Tuhan Yesus atas Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum menjadi pelajaran dan kecaman sekaligus mengingatkan kita bahwa Yesus adalah yang utama. Kita juga diingatkan agar selalu datang kepada Tuhan, membuka hati dan melakukan segala sesuatu yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan dan sesama kita. Bukan hanya membuka hati menerima segala anugerah dari Tuhan tetapi kita juga sebagai manusia yang berdosa patutlah bertobat.

Dalam hidup setiap orang sering terjadi banyak hal, misalnya iri hati terhadap orang karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan apa yang dimilikinya dan membenci orang lain karena melakukan kesalahan yang sangat fatal bagi orang lain bahkan kita juga sering merasa lebih dan sombong dengan yang dimiliki, saya kaya, saya lebih itu, itu dan sebagainya. Hal itu mengakibatkan Tuhan menjadi bala bantuan saja.

Dari semuanya itu hendaklah melalui bacaan Injil hari ini membuat kita untuk melepaskan segala pikiran-pikiran tersebut dan melakukan yang terbaik dihadapan sesama, terutama Tuhan sehingga kita hidup di dunia ini selalu menjadi orang yang bahagia karena melakukan kebaikan dimata Tuhan dan sesama. Pertobatan merupakan bentuk konkret dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama terutama Tuhan. Pertobatan pertama-tama dimulai dari diri sendiri. Maka, mari bertobat dan membaharui diri karena jika tidak, celakalah kamu yang tidak mau bertobat.

(Redaksi Lentera Jiwa)

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari Penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu” (Mat. 11:22)

Marilah Berdoa:

Tuhan, bimbinglah kami agar kami selalu dalam jalan menuju pertobatan yang sejati. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini