Hari Biasa Pekan VII Paskah (P)
Kis 28:16-20.30-31; Mzm 11:4.5.7; Yoh 21:20-25.
Kehidupan seseorang di dunia ini hanyalah sementara saja. Setiap orang akan diperhadapkan dengan kematian. Kematian menjadi suatu hal yang paling ditakutkan oleh semua orang. Sebab kematian menjadi akhir dari kehidupan ini. Sebagai seorang manusia kita tentunya sudah memikirkan tentang kematian kita. Kita juga pasti memikirkan bagaimana dengan kematian orang lain seperti orang tua, keluarga, sahabat dan kenalan kita. Tidak lepas dari pada itu kita juga memikirkan apakah kita semua akan diselamatkan oleh Tuhan sesudah kematian menjemput kita? Dan bagaimanakah nasib yang akan dialami oleh orang lain?
Bacaan kitab suci yang kita dengarkan pada hari ini banyak berbicara mengenai apa yang akan terjadi dan apa yang akan dialami oleh orang lain mengenai kematiaannya. Kita sebagai manusia tentunya ingin mengetahui bagaimana nasib yang akan dialami oleh seseorang walaupun kita sendiri tidak dapat mengalaminya secara langsung. Begitulah yang diceritakan dalam injil pada hari ini di mana Petrus bertanya kepada Yesus apa yang akan terjadi dengan Yohanes yang adalah murid yang dikasihi oleh Yesus? Petrus sangat ingin mengetahui bagaimanakah nasib yang akan dialami oleh Yohanes. Ia ingin memastikan apakah nasib dari Yohanes sama dengan nasib yang akan dialaminya. Tetapi Yesus menjawab “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” (Yoh 21:22). Jawaban Yesus ini hendak menegaskan bahwa nasib yang akan dialami seseorang itu bukanlah urusan kita tetapi menjadi urusan dari Tuhan dan orang yang bersangkutan. Yesus tidak ingin kita sibuk dengan nasib yang akan dialami oleh orang lain mengenai kematian dan keselamatannya tetapi uruslah diri kita sendiri terlebih dahulu.
Yesus mengajak kita mengikuti-Nya sebagai jalan kebenaran dan hidup agar kita dapat diselamatkan. Maka dari itu Yesus berkata “Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Oleh sebab itu, kita sebagai umat Allah marilah kita lebih memperbanyak amal baik kepada siapa saja agar kita dapat diselamatkan.
(Fr. Edwar Adelbert Mere)
“Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” (Yoh 21:22)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan dan Allahku, jangan biarkan kami selalu mengurusi kehidupan orang lain, tetapi biarkanlah kami sibuk dengan diri kami sendiri demi keselamatan kami. Amin











