“Yesus dan Hukum Taurat”: Renungan, Rabu 23 Maret 2022

0
2178

Hari Biasa Pekan III Prapaskah (U)

Ul. 4:1,5-9; Mzm. 147:12-13,15-16,19-20; Mat. 5:17-19.

Menjadi seorang Kristen memerlukan adanya dedikasi diri sebagai anak-anak Allah. Artinya, sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk melakukan dan mengajarkan firman Tuhan kepada banyak orang. Bacaan-bacaan hari ini secara umum menampilkan sabda Tuhan yang adalah Roh dan kehidupan.

Dalam bacaan pertama, Musa menegaskan kepada bangsa Israel untuk selalu berpegang pada ketetapan dan peraturan yang telah diajarkan kepada mereka, supaya mereka dapat hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan Tuhan, Allah nenek moyang mereka. Di lain sisi mereka harus pula mengajarkan hal yang sama dari generasi ke generasi. Karena itu, Musa menuntut mereka untuk melakukan hal ini dengan setia, sebab hal ini akan menjadi kebijaksanaan dan akal budi di mata bangsa-bangsa.

Hal ini tergenapi dalam Injil Tuhan pada hari ini, dimana penginjil Matius menampilkan Yesus yang datang untuk menggenapi hukum Taurat dan bukan meniadakannya; “Karena barangsiapa meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun kecil, dan mengajarkan kepada orang lain ia akan menduduki tempat yang paling rendah dalam kerajaan Surga. Tetapi sebaliknya barangsiapa mengajarkan segala perintah Taurat ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam kerajaan Surga.”

Sebagai orang Kristen yang baik, bacaan-bacaan hari ini hendak mempertegaskan kembali tugas mulia kita yakni mewartakan sabda Tuhan dan memeliharanya dalam hati kita. Bacaan-bacaan hari ini hendak menunjukkan bahwa ketekunan untuk mendengarkan dan melaksanakan ketetapan, perintah dari Tuhan merupakan hal yang sangat penting. Mengapa? Karena justru bangsa yang besar dan umat yang bijaksana itu terletak pada kemampuannya untuk memelihara sabda Tuhan.

Dan setiap orang mempunyai tugas untuk mewariskan apa yang telah diterimanya kepada generasi selanjutnya. Sebab kehormatan seseorang itu justru terletak pada kemauan untuk melakukan dan mengarjakan Firman Tuhan itu. Karena itu mau dan mampukah kita untuk siap menghayati dan memelihara serta mengajarkan Firman Tuhan ini kepada banyak orang?

(Fr. Albertus Ranbasar)

 “Tetapi sebaliknya barang siapa mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi dalam kerajaan Surga”(Mat. 5:19).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah hamba-Mu untuk menjadi pewarta yang baik demi sabda-Mu yang adalah Roh dan kehidupan kekal. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini