“Perbuatan Yang Baik”: Renungan, Senin 7 Maret 2022

0
2494

Hari Biasa Pekan I Prapaskah (U).

Im. 19:1-2,11-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46.

Injil pada hari ini lebih menegaskan kepada kita semua bahwa betapa pentingnya sebuah penghakiman yang adil serta bagaimana sang hakim akan memisahkan setiap orang berdasarkan perbuatan kasih dari setiap orang. Perbuatan baik dari seseorang kepada orang lain merupakan suatu hal yang sangat diinginkan oleh Tuhan walaupun perbuatan itu dilakukan kepada sesama yang paling hina, kecil, lemah, miskin, tersisih dan cacat. Tuhan mengajak kita untuk melakukan sesuatu untuk-Nya dan bukan demi Dia.

Setiap orang pasti akan melakukan suatu perbuatan baik dalam hidupnya. Perbuatan yang baik ialah melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain dalam hidupnya setiap hari. Mengenai perbuatan yang kita lakukan itu, kita tidak perlu memandang apakah nanti kita akan mendapat imbalan dari hal tersebut. Perbuatan yang baik juga tidak memandang bahwa perbuatan ini harus dilakukan kepada orang-orang tertentu saja misalnya kepada orang-orang yang berada sedangkan orang-orang yang miskin dibiarkan begitu saja.

Yesus sendiri memberikan dasar yang lebih dalam, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu melakukannya untuk Aku” (Mat. 25:40). Perkataan ini mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang baik kepada orang lain tanpa memandang kelebihan dan kekurangan dari orang tertentu, sebab yang kita lakukan kepada orang lain itu, kita lakukan juga untuk Tuhan sendiri.  Karena dalam diri sesama kita, khususnya yang miskin, lemah dan tersingkir, hadirlah Yesus Tuhan kita.

Marilah selama masa Prapaskah ini juga kita bersama-sama berdoa dan bermatiraga dan pada akhirnya berujung pada buah yakni tindakan konkret yang bermanfaat bagi sesama. Maka, tindakan yang konkret yang harus kita lakukan ialah dengan melakukan perbuatan yang baik bagi orang lain. Pada masa Prapaskah ini juga, kita diajak untuk melakukan aksi puasa yang nyata dengan melakukan hal-hal yang berkenan di hadapan Tuhan dan sesama. Oleh karena itu Injil hari ini terus mengajak kita untuk melakukan perbuatan yang baik kepada siapa saja tanpa memandang status hidup dari perbuatan baik yang kita lakukan itu.

(Fr. Luis Sainyakit)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu melakukannya juga untuk Aku” (Mat. 25:40).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berikanlah aku hati yang peka untuk melakukan hal-hal yang baik kepada siapapun. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini