Pw S. Sirilus, Prtp dan Metodius, Usk (P).
Yak. 1:1-11; Mzm. 119:67,68,71,72,75,76; Mrk. 8:11-13.
Dalam hidup sehari-hari, kita bisa menemukan berbagai bentuk simbol atau tanda sebagai penjelas akan sesuatu, misalnya: tanda-tanda lalu lintas untuk membantu orang yang sedang bepergian, simbol-simbol pada ruangan tertentu sebagai penjelas bagi para pengunjungnya, juga ada tanda-tanda alam seperti hujan atau angin, dan lain-lain. Semua tanda atau simbol tersebut memberikan arti tertentu untuk membantu manusia dalam memahami sesuatu.
Hari ini Injil mengisahkan tentang orang-orang Farisi yang meminta tanda guna menjebak Yesus, namun tidak berhasil. Jelas diketahui bahwa Yesus adalah Putera Allah yang diutus oleh Bapa untuk mewartakan Kerajaan Allah dan membawa keselamatan bagi umat manusia melalui berbagai cara: menyembuhkan orang sakit, memuaskan orang lapar dan membangkitkan orang mati. Semuanya sudah dilakukan oleh Yesus dengan sangat sempurna dan disaksikan oleh begitu banyak orang. Namun, karena keegoisan dan keangkuhan hati maka orang-orang Farisi ingin untuk mencobai kemahakuasaan-Nya.
Kita pun kadang seperti kaum Farisi, selalu membutuhkan adanya tanda baru memercayai sesuatu yang sebenarnya tidak memerlukan tanda lagi. Setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang (Valentine Day). Banyak muda-mudi mengungkapkan perasaan mereka dengan berbagai simbol, seperti bunga, coklat, dan sebagainya sebagai bentuk bukti dari cinta mereka.
Rasul Yakobus memberi pesan istimewa bagi kita untuk terus berpengharapan kepada Allah seraya meminta hikmat dalam iman. ”Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (Yak. 1:3). Iman kita mungkin seringkali layu akibat pengaruh dari berbagai pergolakan dalam hidup, entah apa pun bentuknya. Sebab, sesungguhnya ketekunan iman yang kita tunjukkan harus menghasilkan buah yang melimpah dalam hidup. Hal itu sudah dibuktikan secara nyata dari St. Sirilus dan Metodius yang diperingati hari ini.
Walau begitu banyak pergolakan yang mereka hadapi dalam tugas misioner, namun iman mereka terhadap Kristus tidak runtuh. Sebaliknya, mereka berhasil memberikan buah-buah iman yang segar yang kini boleh dinikmati oleh Gereja sekarang. Tanda-tanda tidak menjadi syarat utama dalam hidup keberimanan kita, sebab ketekunan untuk percaya kepada Allah adalah kunci bahwa kita benar-benar percaya dan beriman kepada-Nya. Karena itu, bertekunlah senantiasa dalam iman agar janganlah hati kita mendua dalam kebimbangan.
(Fr. Vitalis Irman Bille)
“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan” (Yak. 1:3).
Marilah berdoa:
Ya Bapa, penuhilah aku dengan Roh-Mu untuk tidak mudah bimbang dan buatlah aku selalu bertekun dalam iman, harap dan kasih pada-Mu. Amin.











