“Merangkul Kebenaran”: Renungan, Selasa 15 Februari 2022

0
2171

Hari Biasa (H)

Yak. 1:12-18; Mzm. 94:12-13a,14-15,18-19; Mrk. 8:14-21.

Realitas mengatakan bahwa ketika manusia mengalami masa-masa sulit, di situlah manusia mempertanyakan atau menyalahkan Tuhan. Misalnya kehadiran covid-19 membuat manusia bertanya-tanya, kalau Tuhan itu baik kenapa situasi menjadi begini? Jangan-jangan Tuhan tidak ada! Karena kalau Dia ada dan Dia adalah Tuhan yang baik, seharusnya situasi tidak sesulit ini. Kita bisa menyampaikan banyak opini tentang Tuhan. Tetapi apakah kita pernah berpikir, ketika kita salah paham kepada Tuhan, apa yang Dia rasakan? Sikap lambat untuk memahami, atau lebih tepat tidak mau memahami, tidak mau melihat dan menyadari adalah sikap-sikap yang amat sering ditemukan dalam kehidupan kita.

Injil hari ini hendak mengatakan kepada kita tentang sikap para murid yang menjadi pokok persoalan. Seperti Musa yang kesal dengan sikap lsrael yang bertegar tengkuk selama pengembaraan di padang gurun, kini Yesus juga mengalami hal yang sama dengan para murid. Meskipun Yesus berkata kasar kepada para murid tetapi Ia tidak mengusir mereka untuk meninggalkan-Nya. Yesus melihat ketegaran hati dari para murid, tapi dengan tajam Ia mengkritik sikap para murid yang lamban atau enggan untuk percaya. Pernyataan yang keras “Masihkah kamu belum mengerti?” pada akhir perikop dapat kita rasakan sebagai satu kalimat yang bersifat ajakan. Seakan-akan Yesus berkata, “Dari apa yang engkau alami, pahamilah bahwa Akulah Mesias yang dinantikan itu; Mesias yang membawa manusia kepada keselamatan”.

Jelaslah bagi kita bahwa iman untuk sampai pada pengakuan akan Yesus sebagai Tuhan, Penyelamat, Putra Allah bukanlah satu proses sekali jadi atau dalam waktu yang singkat. Ada yang cepat memahami dan mengakui Yesus sebagai Tuhan, ada pula yang lambat. Dengan demikian apa yang terjadi dengan para murid Yesus dalam injil hari ini sama dengan pengalaman kita yang masih sedang dalam proses untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan. Bisa terjadi bahwa ada banyak kesalahpahaman muncul dalam setiap proses kehidupan kita. Namun yakinlah bahwa semua itu menghantar kita kepada iman yang mendalam dan pribadi Yesus sendiri.

(Fr. Antonio Herdy Faubun)

“Kamu mempunyai mata, tidakah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi?” (Mrk. 8:18).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, teguhkanlah kami yang sering lamban dalam mengkui Engkau sebagai Tuhan dan Juru selamat kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini