Hari Biasa (H)
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24
Berbicara dan memikirkan mengenai iman, tentu bukanlah hal yang sulit. Sulitnya itu mengimani atau mempercayai secara total apa yang kita bicarakan dan apa yang kita pikirkan. Banyak orang bisa berpikir apa saja dan membicarakan apa saja yang ia inginkan yang melampaui pemikirannya. Akan tetapi apakah banyak orang dapat mempercayai atau mengimani secara total apa yang ia pikirkan dan bicarakan?
Terkadang pula berhadapan dengan penderitaan, ada orang yang mulai menyalahkan Tuhan atas apa yang ia alami. Bahkan ia bertanya-tanya, “Tuhan mengapa harus saya bukan orang lain?”
Inilah yang disebut dengan iman yang buta. Ia memang beriman dan percaya kepada Tuhan, tetapi ia buta untuk melihat bahwa banyak sekali hal yang luar biasa, yang Tuhan berikan kepadanya. Ia hanya beriman kepada Tuhan ketika ia mengalami kesenangan.
Namun, ketika penderitaan menimpanya ia malah menyalahkan Tuhan dan bukan melihat makna di balik penderitaan yang dialaminya. Pandangannya tentang kebaikan Tuhan hanya terbatas pada hal-hal yang duniawi di luar dirinya. Ia tidak sadar bahwa apa saja yang ia alami setiap hari, seperti dirinya sendiri yang sehat, bisa bernapas, merupakan kebaikan dan mukjizat dari Tuhan.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengecam beberapa kota yang telah mengalami banyak mukjizat dari Tuhan tetapi masih belum juga percaya. Mereka telah melihat perbuatan-perbuatan Yesus yang sangat luar biasa akan tetapi mereka masih buta bahwa hal-hal itu merupakan perbuatan dari Allah melalui Putera-Nya.
Dari kisah Yesus yang mengecam beberapa kota ini, kita diajarkan dan disadarkan bahwa Allah selalu menyertai kita dalam hidup sehari-hari. Bacaan-bacaan hari ini ingin mengajarkan kita untuk peka dan tidak buta melihat karya-karya yang besar yang dilakukan Allah dalam kehidupan kita.
Setiap hari Allah selalu mengerjakan mukjizat besar di depan mata kita, tanpa kita sadari dengan penuh iman. Ketika bangun pagi kita bisa melihat indahnya dunia dan dapat menarik napas dengan segar. Itu semua merupakan mukjizat terbesar untuk hidup kita.
Tetapi terkadang kita masih buta dan masih belum terlalu percaya kepada Tuhan. Untuk itu hari ini, kita diajak untuk selalu bersyukur dan percaya kepada Tuhan sebab Ia tidak pernah melupakan kita. Kasih-Nya tak berkesudahan.
( Fr. Antonius Sadulia)
“Lalu Yesus mulai mengecam beberapa kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya” (Mat. 11:20)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, melekkanlah mata imanku agar aku dapat melihat mukjizat-Mu. Amin











