“Belas Kasihan Yesus”: Renungan, Selasa 8 Januari 2019

0
2431

Hari biasa ses PenampTuh (P)

1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.   

Dalam kehidupan dewasa ini, seringkali kita melihat dan menyaksikan penderitaan sesama yang ada di sekitar. Namun kita tidak mampu untuk menolong dan meringankan beban yang mereka pikul. Malahan kita menghindar ketika berhadapan dengan sesama kita yang mengalami penderitaan.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk belajar dari Yesus yang menaruh belas kasihan terhadap orang banyak yang mengikuti Dia. Kita diajak untuk menjadi orang-orang yang punya kepekaan terhadap orang lain. Kepekaan ini akan menuntun kita untuk mau dan rela membantu mereka yang membutuhkan bantuan kita. Yesus Sang Gembala Agung sudah melakukannya. Ia  tergerak hati-Nya oleh belas kasihan ketika melihat orang banyak yang mengikuti Dia. Dikisahkan bahwa,  mereka  seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Inilah yang mendorong Yesus untuk membantu orang banyak dengan memberi makan kepada mereka. Tentu Yesus tidak ingin mereka menderita karena kelaparan. Bukan hanya memberi mereka makan, tetapi Yesus juga mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Dalam bacaan pertama Rasul Yohanes berkata, “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” Ungkapan ini mengajarkan kita tentang apa yang harus kita perbuat kepada sesama yakni mengasihi mereka, siapapun mereka termasuk orang yang kita benci. Sebab dengan mengasihi sesama, kita telah mengasihi Allah yang lebih dahulu mengasihi kita sebab Allah adalah kasih.

Saudaraku yang terkasih, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita sekalian untuk peka dengan kebutuhan orang lain. Sebab kepekaan dengan sesama merupakan perwujudan dari kasih Allah. Injil hari ini mengajarkan supaya dalam kehidupan sehari-hari, hendaknya kita dapat membagikan rahmat belas kasih dari Allah kepada sesama yang kita jumpai. Kita juga hendaknya peka terhadap mereka yang mengalami persoalan dan penderitaan dalam hidup. Karena, barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah sebab Allah adalah kasih. Marilah belajar dari Allah sang sumber kasih, supaya kita juga memiliki kasih seperti Putera-Nya Yesus.

(Fr. Bryan Isidorus Resubun)

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala” (Mrk. 6:34b).

Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah hamba-Mu untuk dapat berbuat kasih kepada semua orang yang mengalami penderitaan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini