Hari Biasa (H)
Why. 14:14-20; Mzm. 96:10,11-12,13; Luk. 21:5-11
Ada seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan studinya di salah satu universitas ternama dengan prestasi yang sangat membanggakan. Suatu ketika ia pergi mencari pekerjaan. Sebelum pergi, ia berdoa kepada Tuhan untuk membantunya dalam mencari pekerjaan agar dapat berjalan dengan lancar dan dapat diterima kerja. Ia pun pergi dan mencari pekerjaan dan diterima di salah satu perusahan ternama dengan jabatan yang tinggi serta dikagumi banyak orang. Namun, ketika ia telah mendapat pekerjaan dan mulai disibukkan dengan pekerjaannya, ia kemudian lupa akan Tuhan yang telah membantunya untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan dan permohonannya. Suatu ketika ia kehilangan jabatannya Karena kelalaiannya dalam melaksanakan suatu tugas sehingga ia dipecat dan kembali menganggur. Di situlah ia mulai sadar dengan perbuataanya selama ini.
Bacaan Injil yang kita dengarkan pada hari ini berbicara mengenai kekaguman terhadap Bait Allah. Bait Allah itu dihiasi oleh batu-batu yang tersusun rapi serta barang-barang persembahan.
Bangsa Israel dalam perkembangannya mulai melupakan Tuhan dan lebih mementingkan hal-hal material, duniawi. Allah memperingatkan mereka bahwa suatu ketika Bait Allah itu akan runtuh dan tidak ada satu batu pun yang tersusun rapi diatas batu yang lain. Yang dimaksudkan oleh Yesus disini adalah semua hal-hal duniawi yang dikagumi oleh bangsa Israel itu pada akhirnya akan musnah..
Dalam kehidupan, kita juga sering kali disibukkan dengan berbagai kepentingan duniawi, dan tidak jarang Tuhan tidak mendapat tempat dalam keseharian kita. Tidak heran banyak dari kita menjadi lupa akan Tuhan, sang pemberi rahmat. Misalnya, pada hari minggu banyak yang lebih memilih untuk melaksanakan atau mengerjakan pekerjaan dan aktivitas kita yang masih tertunda daripada pergi ke gereja untuk mendengarkan Sabda dan menerima tubuh dan darah Tuhan. Secara tidak sadar kita telah menunjukan sikap yang tidak adil terhadap Tuhan. Maka, bacaan Injil hari ini memperingatkan kita, janganlah kita terlalu sibuk dengan urusan duniawi semata sampai-sampai tidak ada waktu untuk Tuhan. Sudahkah kita memberikan waktu bagi Tuhan dalam setiap keseharian hidup kita?
(Fr. Lambertus Batseran)
“Apa yang kamu lihat di situ, akan datang harinya di mana tidak ada satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain” (Luk. 21: 6).
Marilah berdoa:
Ya Allah, jangan biarkan aku terpisah dari-Mu sedetikpun. Amin.











