”Kuasa dan Wibawa Yesus”: Renungan, Selasa 4 September 2018

0
5051

Hari Biasa (H)

1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37.

Setiap kelompok atau organisasi yang ada, pastilah memiliki satu sosok yang menjadi pemimpin. Seorang pemimpin itu mempunyai kuasa tertinggi di antara orang-orang yang menjadi anggotanya. Selain berkuasa, seorang pemimpin juga harus memiliki wibawa dalam memimpin anggotanya.

Kewibawaan adalah salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, karena lewat sikap tesebut, seseorang dapat disebut pemimpin yang baik dan pantas menjadi panutan bagi yang dipimpimnya. Sekarang ini ada banyak pemimpin yang dapat ditiru kewibawaannya, seperti presiden kita, yaitu bapak Joko Widodo. Ia telah memberikan contoh pemimpin yang berwibawa sehingga orang menyeganinya.

Dalam Injil hari ini, ditunjukkan pula sosok pemimpin yang sebenarnya, yaitu Yesus Kristus sendiri. Yesus adalah seorang pemimpin yang memiliki kuasa dan wibawa terbaik, sehingga banyak orang mengikuti-Nya. Kuasa dan wibawa itu Ia tunjukkan manakala Ia berada di rumah ibadat di Kapernaum. Kuasa dan wibawa Yesus itu nampak pada pengajaran dan perkataan-Nya, sehingga membuat orang yang mendengar-Nya itu menjadi takjub. Apalagi ketika Yesus dengan perkataan-Nya yang penuh kuasa, mengusir setan yang merasuki salah seorang dalam rumah ibadat itu. Hanya dengan berkata “Diam, keluarlah dari padanya”, setan itu pun pergi.

Kata-kata Yesus ini amat sederhana, namun penuh kuasa yang berasal dari Allah, sehingga setan itu keluar. Orang-orang yang berada di situ menjadi sangat takjub melihat kuasa Yesus itu, sampai-sampai mereka berkata, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh kuasa dan wibawa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar”. Ini semua mau menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa dan wibawa yang berasal dari Allah untuk keselamatan manusia.

Dalam kehidupan ini, kita semua mempunyai potensi menjadi seorang pemimpin, entah dalam lingkup kecil atau besar. Pada hari ini, kita sudah diberikan satu contoh tokoh yang patut ditiru jika kita kelak nantinya menjadi seorang pemimpin, dialah Yesus. Kita memang tidak bisa menyamai kuasa dan wibawa Yesus. Namun kita bisa meneladani dan meniru cara hidup Yesus agar sekurang-kurangnya kita dapat memberikan teladan bagi orang lain.

Semoga lewat bacaan-bacaan hari ini, kita semua dapat belajar dari Yesus. Semoga kita  semakin percaya bahwa kuasa dan wibawa terbesar itu berasal dari Allah. Kuasa itu diberikan kepada Yesus Kristus dan oleh Yesus diberikan kepada Gereja. Itu berarti, kita dapat mengalami kuasa itu untuk keselamatan kita semua.

(Fr. Bosco Pontoh)

“Sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal tersembunyi dalam diri Allah” (1 Kor 2:10b).

Marilah berdoa:

Ya Allah, berikanlah kepada kami perkataan yang berkuasa untuk mengusir roh jahat. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini