“PENGURUS RUMAH YANG SETIA”: Renungan, Rabu 25 Oktober 2023

0
1088

Hari Biasa (H)

Rm. 6:12-18; Mzm. 124:1-3.4-6.7.8; Luk. 12:39-48

Saudara-saudari yang tekasih di dalam Tuhan, kita semua tentu mempunyai tempat tinggal atau rumah kita masing-masing. Supaya rumah itu terlihat indah dan nyaman bagi kita, tentu kita akan mengusahakan dengan cara membersihkan rumah, merawat tanaman hias di sekeliling tempat tinggal kita dan banyak usaha lainnya. Sebagai pemilik rumah yang baik, kita tidak akan pernah membiarkan rumah kita berantakan, ataupun tidak membiarkan orang lain datang untuk merusaknya. Rumah adalah tempat ternyaman bagi kita untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan orang-orang yang dekat dengan kita. Menjaga dan memelihara rumah kita adalah pilihan penting dalam merawat tempat tinggal kita masing-masing.

Rasul Paulus menasihati kita semua untuk selalu setia mengarahkan tubuh dan jiwa kita kepada Allah, karena tubuh kita adalah Bait Allah. Ia mengancam mereka yang memberikan tubuhnya sebagai hamba atas dosa. Ia menghendaki kita semua untuk tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh dosa karena kelemahan tubuh kita. Manusia memang memiliki tubuh yang rapuh dan tidak kekal. Tubuh yang mudah diserang oleh dosa. Menyadari akan kelemahan dan kerapuhan tubuh kita, pemazmur menunjukkan bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan yang utama di dalam hidup. Ia tidak akan pernah membiarkan kita hidup dalam kuasa dosa. Tetapi dari pihak kita, Allah menginginkan kita untuk setia kepadaNya dan dengan bijaksana untuk mengolah tubuh dan jiwa kita sebagai Bait Kudus Allah.

Dalam hidup ini, kita sering kali diserang dengan berbagai macam godaan hidup yang tidak akan pernah membiarkan kita untuk setia kepada Allah. Untuk itu kita dituntut untuk tetap berjaga-jaga di dalam Tuhan. Yesus mengajak kita untuk menjadi pengurus rumah yang setia untuk berjaga-jaga dan bijaksana dalam memelihara rumah. Rumah adalah tubuh dan jiwa kita. Yesus menghendaki supaya rumah itu dijaga dan dipelihara dengan baik. Yesus juga mengecam mereka yang tidak mampu untuk menjaga dan memelihara rumah. Mengapa kesetiaan dan kebijaksanaan itu perlu? Yesus tahu akan bahaya dosa yang menimpa kita. Untuk itu Ia menginginkan kita supaya tetap berjaga-jaga di dalam Dia dengan cara merawat dan memelihara rumah yang sejak semula, Ia percayakan kepada kita semua. Untuk itu, pada hari ini kita diajak Yesus untuk tetap berjaga-jaga di dalam rumah kita dengan tidak membiarkan tubuh kita menjadi budak dosa.

(Fr. Angky Rahayaan)

“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugas itu, ketika tuannya datang”. (Luk. 12:43)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, berikanlah kami kesetiaan dan kebijaksanaan-Mu supaya kami mampu memelihara tubuh kami supaya selalu suci dan selalu didapati setia kepada-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini