“ARTI BERJAGA” : Renungan, Selasa 24 Oktober 2023

0
831

Hari Biasa (H)

Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Luk. 12:35-38

Yesus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai relasi antara tuan rumah dan hamba-hambanya. Allah digambarkan sebagai tuan rumah yang sedang pergi ke pesta nikah di tempat antah-berantah. Sedangkan, para hamba yang bertugas untuk menjaga rumah sang tuan merupakan representasi dari kita manusia. Para hamba itu harus selalu siap untuk segera membukakan pintu apabila sang tuan pulang dan mengetok pintu. Yesus pun menekankan bahwa tuan rumah (Allah) akan amat senang bila mendapati para hambanya (kita manusia) sedang berjaga menantikan kedatangannya.

Dalam kaitan dengan perumpamaan tersebut, Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma mengilustrasikan Adam sebagai hamba yang lalai, dan sosok Yesus sebagai hamba yang baik dan taat. Paulus menjelaskan bahwa akibat kelalaian Adam, dosa masuk dan menjalar dalam dunia serta mendatangkan maut kepada semua orang. Namun, oleh karena ketaatan Yesus, maka kasih karunia dan anugerah kebenaran telah Allah berikan dengan berlimpah kepada kita manusia. Ketaatan-Nya itu berbuah pembebasan manusia dari maut dan lantas membukakan jalan menuju kebahagiaan yang kekal.

Allah menghendaki agar kita semua bisa masuk dalam kebahagiaan kekal itu. Oleh karenanya, Yesus menyerukan agar kita harus senantiasa berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. Berjaga berarti bukan cuma sebatas terjaga dan tanpa berbuat apa-apa. Melainkan, arti berjaga yang Yesus maksudkan ialah menantikan kedatangan Allah sambil tetap menjalankan kehendak-Nya dengan ketaatan yang setia dan hati yang tulus. Ketaatan yang setia dan hati yang tulus itu kiranya pertama-tama ditujukan kepada Allah, tapi kemudian harus turut mempengaruhi relasi kita dengan rumah yang Allah titipkan pada kita, yakni dunia ini beserta segala isinya: manusia-manusia lain, margasatwa, dan lingkungan tempat kita berada.

(Fr. Antonius Braien El)

“Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (Luk. 12:35).

Marilah berdoa:

Allah yang penuh kasih karunia, karena ketaatan Putra-Mu kami akhirnya dibebaskan dari belenggu dosa dan maut. Semoga kami pun dapat meneladani ketaatan itu sambil tetap berjaga menantikan kedatangan-Nya lagi, sehingga kami dapat masuk dalam kebahagiaan kekal yang bersama-Nya dalam kemuliaan-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini