Hari Minggu Biasa XX (H)
Yes. 56:1,6-7; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Rm. 11:13-15,29-32; Mat. 15:21-28.
“Di surga, setiap orang mencintai Allah, karena jiwa tidak memiliki perhatian selain mencintai Dia, karena ia mengenal Allah.” Itulah ungkapan indah dari Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus yang mau menekankan tentang pentingnya menggapai keselamatan abadi di hadapan Tuhan yang mencintai kita. Oleh karena itu bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan panggilan untuk hidup dalam kebenaran, dan memperkuat iman serta ketekunan dalam berdoa.
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama, menyerukan untuk menjaga keadilan dan melakukan apa yang adil. Karena Allah tidak memandang latar belakang atau kebangsaan seseorang, tetapi hati dan niat kita menjadi fokusNya. Allah menyatakan bahwa orang-orang asing yang bergabung denganNya dan melayaniNya akan mendapatkan pengampunan dan berkat dariNya. Pesan ini mengingatkan kita akan sifat adil Allah yang melibatkan kita untuk hidup dalam kebenaran. Pemazmur juga mengajarkan kita untuk mengakui bahwa Allah adalah sumber berkat dan kasih karunia. Ia memberikan kesempatan bagi kita untuk menikmati hasil kerja tanganNya dan menerima pengampunanNya, sebab Allah adalah Allah yang murah hati, yang memberikan berkat-Nya kepada semua orang yang datang kepadaNya dengan kerendahan hati dan iman.
Injil hari ini mengisahkan kisah tentang seorang perempuan Kanaan yang berserah diri kepada Yesus dan memohon agar anaknya yang kerasukan setan disembuhkan. Meskipun pada awalnya Yesus tampaknya menolak permohonan perempuan itu, dia tidak menyerah dan tetap bertahan dengan iman dan ketekunan yang luar biasa. Akhirnya, Yesus terkesan oleh imannya yang tulus dan memuji iman perempuan itu. Yesus dengan kuasanya menyembuhkan anak perempuan itu. Kisah ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memiliki iman yang teguh dan ketekunan dalam berdoa. Walaupun terkadang terasa bahwa doa kita tidak dijawab, kita harus terus berpegang pada iman dan ketekunan, karena Allah mampu melakukan mujizat di tengah situasi yang tampaknya mustahil.
Oleh karena itu Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat di Roma bahwa Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk menghidupi nilai-nilai kebenaranNya, memperkuat iman kita melalui doa yang tulus, dan membiarkan kasih karuniaNya memampukan kita untuk hidup dalam kebenaran dan meraih keselamatan abadi.
(Fr. Gregorius Anselmus Legi)
“Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” (Mat. 15:28)
Marilah Berdoa:
Allah yang mahakuasa, semoga Engkau selalu menyertai langkah hidup yang kami pilih agar kelak kami dapat menggapai keselamatan abadi. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin











