Hari Biasa (H).
Yos. 24:14-29; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15.
Ada ungkapan atau peribahasa yang mengatakan, “Kecil-kecil cabe rawit.” Ungkapan ini bukanlah hal yang baru. Secara harafiah, ungkapan ini menunjukkan bagaimana bentuk cabe rawit yang berukuran kecil tetapi memiliki dampak atau rasa pedas yang luar biasa. Demikian bahwa ungkapan ini mau menunjukkan bahwa hal yang kecil dapat memberikan dampak yang besar. Bentuk fisik yang kecil bukan berarti tidak ada apa-apanya. Masih banyak lagi makna yang dapat ditarik dari ungkapan ini, yang pada intinya merupakan sebuah ajakan untuk tidak mengabaikan hal-hal yang kecil.
Injil hari ini menceritakan bagaimana anak-anak kecil yang hendak datang kepada Yesus tetapi dihalangi oleh para murid. Terhadap tindakan ini, Yesus marah kepada murid-muridNya. Yesus membiarkan anak-anak itu datang kepadaNya dan kemudian memberkati anak-anak itu. Sebelum Yesus memberkati anak-anak itu, Yesus menegaskan kepada para murid bahwa orang seperti anak-anak kecil inilah yang mempunyai Kerajaan Surga. Anak-anak memang sering dianggap tidak ada apa-apanya. Mereka tidak berdaya dibanding dengan orang dewasa. Mereka sering dipandang lemah, padahal pada kenyataannya tidaklah demikian.
Tindakan yang diambil oleh para murid terhadap anak kecil kerap menggambarkan situasi yang dialami oleh manusia. Manusia kerap mengabaikan atau meremehkan perkara-perkara yang kecil, menunda-nunda bahkan mengabaikan tugas yang dianggap kecil atau tidak penting, bahkan meremehkan orang lain. Yesus dalam injil hari ini mengajak kita untuk tidak mengabaikan sesuatu yang sering dianggap kecil, serentak juga mengajak kita untuk mengambil sikap rendah hati atau tidak sombong. Yesus sungguh memberi kita daya dan hendak membuka mata hati kita untuk peka terhadap mereka yang sering dianggap kecil, rendah, lemah, atau tidak penting. Apa pun yang kita berikan kepada mereka yang membutuhkan, asalkan diberikan dengan cinta yang besar, itu akan sangat berarti bagi mereka. Bunda Teresa dengan sangat indah mengungkapkan hal ini lewat kata-katanya bahkan perbuatannya, “Jika Anda tidak dapat melakukan hal-hal besar, lakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar.”
(Redaksi)
“Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepadaKu; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat. 19:14)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, ajarilah kami untuk tetap setia terhadap perkara-perkara kecil dan semoga hati kami pun semakin terbuka akan mereka yang sering dianggap lemah. Amin.











