Hari Biasa (II)
2 Kor. 3:4-11; Mzm.99:5,6,7,8; Mat 5:17-19
Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Hari ini dengan baik sekali penginjil Matius memperlihatkan bahwa kehadiran Yesus merupakan pengenapan akan Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi. Hukum Taurat dalam Kitab Perjanjian Lama meliputi lima kitab pertama yaitu Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Sedangkan Kitab Para Nabi menunjuk pada Kitab Yosua, Hakim-Hakim, Samuel, Raja-Raja Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan dua belas nabi Kecil.
Dalam Injil Matius, Yesus diperkenalkan sebagai sosok yang mengarahkan bangsa Israel untuk melakukan dan mengerjakan apa yang ada dalam Hukum Taurat dengan baik sehingga mereka dapat menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerjaaan Sorga. Hal ini merupakan sindiran Yesus kepada Kaum Faris dan Saduki. Mengapa kaum Farisi? sebab merekalah yang mengabdikan diri untuk mempelajari dan mengajarkan Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi. Mengapa kaum Saduki? sebab nama Zaduki berasal dari Zadok, keluarga imam yang paling utama (Bdk 2 Samduel 20:25; 1 Raj. 1:39-45). Menurut kaum ini, yang paling penting adalah pergi ke Bait Allah dan mempersembahkan kurban di sana. Yesus memengingatkan para murid dan orang yang mendengarkannya agar tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak benar yang diajarkan oleh kaum Farisi dan Zaduki. Itulah sebabnya dalam Matius 16 ayat 5-12 Yesus mengatakan “waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.
Bacaan pertama yang diambil dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus juga mempertegas bahwa Yesus adalah penggenapan dari Hukum Taurat dan Kitab para nabi. Hal tersebut dapat kita lihat dari perkataan Rasul Paulus “Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan” Musa diperlihatkan sebagai yang pudar dan kemudian disertai dengan kemuliaan. Ketika di tunjuk oleh Allah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Musa pernah tidak menuruti perintah Tuhan sehingga ia tidak diperkenankan memasuki tanah Kanaan. Nah, Musa yang tidak taat masih didengarkan oleh orang-orang Israel apalagi Yesus sebagai yang tidak pudar dan disertai oleh kemuliaan. Rasul Paulus mengajak kita untuk menjadikan Yesus sebagai teladan hidup sebab Yesus tahu jalan menuju kepada Bapa.
Oleh karena itu, saudara-saudari yang terkasih. Hari ini sebagai umat Kristiani yang baik kita diingatkan agar dapat menggunakan akal budi dan pengetahuan yang kita miliki untuk memilah dan memilih mana yang baik untuk kita. Dengan cara belajar dari sumber yang benar yaitu Kristus sendiri yang dapat menghantarkan kita pada kehidupan kekal bersama para kudus di Sorga.
(Fr. Yosep Marjo Setitit)
Tinggikanlah Tuhan, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita! (Mazmur 99:9)
Marilah berdoa:
Yesus, tambahkanlah imanku agar dari hari ke hari hatiku dapat menjadi semakin baik demi pertumbuhan Sabda-Mu. Amin











