Hari Kelima dalam Oktaf Natal (P). E Kem PrefNatal
BcE 1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35
Dalam kehidupan ini, tak jarang kita dipertemukan dengan orang-orang yang mungkin tidak kita kenal. Misalnya ketika kita bekerja di perusahaan, maka yang harus kita lakukan yakni mencari teman, dengan cara memperkenalkan diri kita terlebih dahulu kepada orang lain, agar kita bisa saling mengenal satu sama lain dan mempunyai hubungan khusus sebagai rekan kerja. Demikian juga hubungan antara kita dengan Yesus. Yesus sangat mengenal kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Mengapa Yesus sangat mengenal kita? Karena selain sebagai ciptaan-Nya, Yesus mengenal kita karena Ia sangat mengasihi dan mencintai kita umat manusia. Sebaliknya kita manusia seringkali menganggap diri sebagai sosok yang paling mengenal Tuhan.
Pengenalan akan Tuhan yang sering diakui itu ternyata hanya sebatas pengetahuan atau intelektual kita yang sangat terbatas. Namun di balik kata “mengenal” itu, seringkali kita mengabaikan segala perintah Tuhan, sehingga membuat pengenalan itu tidak sesuai dengan harapan Tuhan atau hanya menjadi sebuah kata yang tidak dihidupi. Pengenalan akan Tuhan tidak berdasarkan pengetahuan yang kita peroleh dengan segala keterbatasannya. Namun lebih dari pada itu pengenalan akan Tuhan nyata dalam relasi yang kita bangun lewat hidup rohani yang baik serta menjalankan apa yamg dikehendaki Tuhan bagi kita.
Maka pertanyaan yang muncul ialah sudahkah kita mengenal Tuhan sebagaimana Tuhan mengenal kita? Injil hari ini mengisahkan tentang Simeon yang merupakan seorang yang benar, saleh, dan penuh dengan Roh Kudus, sehingga kepadanya telah dinyatakan bahwa ia tidak akan mati sebelum Ia melihat Mesias. Dari kisah ini dapat dipahami betapa besar pengenalan Simeon terhadap Tuhan sehingga ia menunjukkan kasihnya lewat hidup benar dan saleh.
Sosok Simeon itu hendak mengajak kita agar perlu menunjukkan bahwa pengenalan dan kecintaan kita terhadap Tuhan itu adalah sebuah pengenalan yang sungguh-sungguh, yakni dengan hidup benar sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Mengenal dan mengimani Tuhan adalah hal yang mendasar bagi setiap orang beriman. Sehingga dengan mengenal Tuhan secara mendalam, kita mampu mengasihiNya sebagaimana Ia mengasihi umat ciptaan-Nya serta memberikan keselamatan kekal bagi umat manusia.
(Fr. Cristefillius Rembaen)
“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya” (1Yoh. 2:3).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, ajarilah kami menjadi pribadi yang benar dan yang mengenal Engkau lebih dalam. Amin











