“TANTANGAN? SIAPA TAKUT!”: Renungan, Selasa 25 Juni 2024

0
776

Pekan Bisa XII (H)

2Raj 19:9b-11.14-21.31-35a.36; Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11; Mat 7:6.12-14.

Julie Anne Peters pernah berkata, “Hidup memang sulit. Biasakan dirimu dengan kesulitan.” Hanya orang setia yang mampu menghadapi segala kesulitan. Dan hanya pengecut yang tidak menyukai tantangan. Bacaan pertama pada hari ini menceritakan tentang Raja Hizkia yang dihadapkan dengan ancaman dari raja Asyur. Meskipun menghadapi tentangan yang besar, Hizkia tetap berpegang teguh pada imannya kepada Tuhan. Ia percaya bahwa hanya pada Tuhan ada pertolongan dan perlindungan.

Pengalaman raja Hizkia selaras dengan apa yang disampaikan Yesus dalam Injil hari ini. Pintu yang sesak dan jalan yang sempit ibarat seperti penderitaan. Raja Hizkia berhasil melalui jalan yang sempit karena mengarahkan dirinya kepada Allah. Sekalipun diserang oleh musuh, ia tetap berserah diri pada Allah. Hal ini mengingatkan kita bahwa jalan menuju keselamatan itu penuh dengan tantangan. Tidak mulus seperti yang kita bayangkan. Tetapi siapa yang bertahan akan beroleh hidup yang kekal. Sebaliknya, jika kita tidak mampu bertahan dalam kesukaran, akan gampang beralih ke pintu yang lebar dan jalan yang luas menuju kebinasaan.

Dari bacaan-bacaan hari ini, kita dapat merenungkan tiga hal yang mendalam. Pertama, pentingnya mempercayakan segala sesuatu kepada Allah.  Kita hendak meneladani Raja Hizkia yang tetap teguh percaya bahwa hanya melalui kehendak Tuhan segala sesuatu akan berjalan dengan baik, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Kedua,kita semua dipanggil untuk memuji Allah atas kebesaran dan kekuatan-Nya yang tak terbandingkan, serta menemukan ketenangan dan keamanan dalam perlindungan-Nya yang abadi. Dan yang ketiga, kita harus siap berjalan melalui pintu yang sesak dan jalan yang sempit. Setia menderita bersama Kristus. Terus hidup dalam cahaya kebenaran, sekalipun menantang dan menuntut penderitaan.

(Fr. Tomas Tue)

“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya(Mat. 7:14) 

Marilah berdoa:

Ya Allah, bimbinglah kami agar mampu bertahan dalam segala penderitaan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini