St. Karolus Lwanga dkk, Martir (M)
2Ptr. 1:1-7; Mzm. 91:1-2.14-15ab.15c-16; Mrk. 12.1-12
Hari ini Gereja Katolik memperingati St. Karolus Lwanga, dkk, Martir. Mereka adalah anak-anak muda yang berasal dari Uganda, Afrika. Mereka juga adalah para pemuda yang dibunuh oleh raja Muanga karena iman akan Yesus Kristus. Iman yang mereka miliki itu merupakan buah dari ajaran yang diwartakan oleh para misionaris. Karya-karya dari para misionaris tidak berjalan begitu mulus di Uganda karena ada berbagai penolakan yang mereka hadapi. Namun, mereka tetap sabar dalam menghadapinya. Pada akhirnya, para misionaris itu juga dibunuh, kemudian diikuti oleh Karolus Lwanga dan kawan-kawan oleh penguasa setempat.
Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan kasih Allah bagi manusia. Allah sangat mengasihi manusia, sehingga Ia tetap sabar dalam menghadapi setiap manusia. Dahulu, Allah memanggil dan mengutus para nabi untuk mewartakan injil kepada umat manusia. Namun, kebanyakan dari para nabi justru disiksa, dianiaya bahkan dibunuh. Walaupun tindakan manusia seperti itu, namun Allah tetap sabar dalam menghadapi umat manusia.
Dengan cintaNya yang begitu besar kepada umat manusia, maka Ia mengutus PuteraNya yang tunggal ke dunia yakni ke kebun anggur yang adalah milikNya untuk mewartakan kabar sukacita bagi semua orang yang adalah penggarap-penggarap kebun anggur. Walaupun Allah telah menunjukkan cintaNya yang begitu besar bagi para penggarap kebun anggur, namun Yesus juga tetap ditolak, dianiaya bahkan dibunuh oleh para penggarap kebun anggur.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali tindakan-tindakan kita menunjukkan sikap penolakan terhadap Yesus yang adalah ahli waris dari pemilik kebun anggur tersebut. Misalnya, kita tidak mendengarkan dan melaksanakan perintah-perintah Allah, kita tidak menjalankan tugas dan tanggungjawab kita dengan baik dan masih banyak lagi.
Dunia yang sedang ditempati oleh umat manusia sekarang ini adalah kebun anggur yang adalah milik Allah dan kita semua yang menempati kebun anggur ini disebut sebagai penggarap-penggarap kebun anggur. Allah telah menganugerahkan begitu banyak berkat bagi kita yang bekerja pada kebun anggurNya, maka kita perlu untuk bertanggungjawab atas apa yang diberikan oleh Allah kepada kita. Pada akhirnya, Allah sendirilah yang meminta pertanggungjawaban dari kita atas apa yang telah Ia berikan dan percayakan pada kita.
(Fr. Trisno Fernando Batlyol)
“Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita” (Mrk. 12 :11).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, berkatilah kami selalu agar tetap mensyukuri semua berkat yang kami terima dari padaMu. Amin











