“BERJUANG DENGAN KEYAKINAN”: Renungan, Kamis 8 Februari 2024

0
1006

Hari Biasa (H) 

BcE 1Raj. 11:4-13; Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; Mrk. 7:24-30.

Kegagalan adalah saat di mana kita berhenti untuk melangkah ke pintu keberhasilan yang tinggal selangkah lagi di depan kita. Itulah salah satu kalimat bijak yang mengungkapkan bahwa keberhasilan tidak berada jauh di seberang, tapi hanya berada di depan mata. Meskipun demikian, terkadang kita jatuh atau menyerah dan enggan bangun kembali untuk melangkah lagi menuju keberhasilan itu. Banyak orang menggantungkan cita-cita atau harapan setinggi langit, tapi lupa bagaimana jalan untuk menuju ke sana. Akhirnya, mereka tidak pernah sampai pada langit di mana cita-cita mereka tergantung. Padahal hal tersebut sangatlah sederhana, hanya diperlukan usaha dan perjuangan serta diimbangi dengan sikap percaya.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan seorang perempuan dari Siro-Fenisia yang datang kepada Yesus sambil memohon agar Ia dapat mengusir setan yang ada di dalam tubuh anaknya. Namun apa yang terjadi? Perempuan tersebut tidak langsung memperoleh apa yang dimintanya. Yesus hanya berkata, “Biarlah anak-anak kenyang terlebih dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Meskipun demikian, perempuan ini tidak menyerah begitu saja. Katanya: “Benar Tuhan, tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”. Inilah pernyataan yang menggugah hati Yesus dan kemudian Yesus mengabulkan apa yang menjadi permintaan dari perempuan Siro-Fenisia itu.

Dalam kehidupan sehari-hari, perjalanan hidup kita pasti tidak selalu mulus atau sesuai dengan apa yang kita inginkan. Adakalanya kita merasa gagal, putus asa, bahkan mengalami kekecewaan. Perasaaan tersebut muncul karena segala perjuangan dan jerih parah kita seakan-akan terasa sia-sia dan tak berguna. Bisa juga terjadi karena doa yang kita mohonkan tidak dikabulkan oleh Tuhan.

Jika halnya demikian, maka kita dapat belajar dari sosok perempuan Siro-Fenisia, yang dikisahkan dalam bacaan injil hari ini. Kita dapat belajar dari perjuangannya untuk memohon kesembuhan bagi anaknya, sikap kerendahan hatinya serta kepercayaan dirinya pada penyelenggaraan Tuhan. Melalui sikap inilah ia kemudian memperoleh apa yang ia inginkan dari Yesus, yaitu anaknya terbebas dari kuasa roh jahat. Maka, dalam perjuangan hidup kita sehari-hari hendaklah kita juga berlaku demikian. Tetaplah berusaha, bersikaplah rendah hati dan senantiasalah percaya akan kuasa Tuhan. Dengan begitu, kita akan dihantar  kepada keselamatan dan memperoleh berkat yang sungguh luar biasa dariNya.

(Fr. Janio Christian Supit)

 

“Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar” (Mrk. 7:29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi pengikutMu yang setia, berlandaskan cinta dan kerendahan hati.  Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini