Hari Biasa (H).
BcE 2Sam. 5: 1-7.10; Mzm. 89: 20, 21-22, 25-26; Mrk. 3: 22-30.
Pada tahun ini Indonesia memasuki tahun politik yaitu pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024. Pemilihan ini dilaksanakan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029. Pada acara pesta demokrasi ini juga kita akan memilih anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRD di seluruh Indonesia. Sebagai umat Katolik, kita harus memilih pemimpin yang bijaksana dan berani, yang memimpin dengan keadilan dan kasih. Kita harus memilih pemimpin yang memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama mereka yang paling rentan dan terpinggirkan. Kita harus memilih pemimpin yang memperjuangkan keadilan sosial, perdamaian, dan kesetaraan.
Dalam 2 Samuel 5:1-7.10, kita mendengarkan bagaimana Daud diurapi menjadi raja atas seluruh Israel. Ia memimpin orang Israel untuk merebut Yerusalem dari tangan orang Yebus dan juga memperkuat Yerusalem. Daud juga menjadi pemimpin yang mengalahkan orang Filistin yang menyerangnya dengan bantuan Tuhan. Ia menjadi pemimpin yang setia kepada Allah. Daud memimpin Israel dengan bijaksana dan berani, dan ia menjadi teladan bagi para pemimpin masa depan. Kisah Daud ini mengingatkan kita untuk memilih pemimpin yang menjalankan tugasnya dengan baik, adil, dan bertanggung jawab. Pemimpin yang baik juga hendaknya menghormati kehendak Allah.
Dalam Injil Markus kita juga mendengarkan bagaimana Yesus dihadapkan dengan tuduhan bahwa Ia melakukan penyembuhan dengan kuasa setan. Yesus menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak beralasan kuat, karena kuasa setan tidak mungkin bertentangan dengan dirinya sendiri. Yesus juga menegaskan bahwa dosa yang tidak dapat diampuni adalah dosa terhadap Roh Kudus. Dalam bacaan ini Yesus mengingatkan kita bahwa seorang pemimpin harus mempersiapkan dirinya dan semua yang dipimpinnya agar pemerintahannya dapat berjalan dengan baik. Hendaknya dipersiapkan agar tidak ada yang memberontak dan melawan satu sama lain, tetapi hendaknya semuanya menjadi kokoh kuat.
Sebagai seorang Kristen, kita harus mempunyai sikap jika kita menjadi pemimpin atau pun menjadi orang biasa yang sedang dipimpin. Bekerja sama dalam membangun kehidupan dunia yang rukun dan damai adalah sikap yang sangat bagus. Tetapi lebih dari semuanya itu, jangan melupakan kuasa Roh Kudus. Roh Kudus akan menuntun kita pada kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan. Kisah Daud dan sikap Yesus hari ini menghantarkan kita pada suatu sikap untuk menyerahkan semuanya dalam penyelenggaraan Tuhan.
Fr. Frumentius Nggajo
“Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya” (2Sam. 5:10).
Marilah berdoa:
Ya Allah, jauhkanlah segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah rakyat Indonesia menjelang pemilu yang akan datang. Amin











