“MENJALANI MISI PEWARTAAN”: Renungan, Jumat 26 Januari 2024

0
1059

Pw S. Timotius dan Titus, Uskup (P)

2 Tim. 1:1-8 atau Tit.1 :1-5; Mzm. 96:1-2a.ab-3.78a.10; Luk. 10:19.

Mengikuti Yesus adalah tugas yang tidak mudah. Tetapi bagi seorang beriman itulah misi yang harus diselesaikan. Tuhan mengetahui bahwa misi ini berat, sehingga Ia mengutus para murid bukan secara individu per individu, melainkan diutus pergi beruda-dua.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang perutusan yang diberikan Yesus kepada tujuh puluh murid untuk pergi berdua-dua ke berbagai kota dan desa. Hal ini sebenarnya merupakan gambaran perutusan yang diberikan Tuhan kepada manusia di dunia saat ini. Semua manusia diingatkan akan panggilan untuk menjalankan tugas pelayanan seperti para murid yang telah diutus Tuhan untuk mewartakan kasihNya kepada dunia. Dalam perutusan, Yesus memberikan petunjuk kepada murid-muridNya untuk tidak membawa banyak bekal atau uang, tetapi bergantung pada penerimaan mereka di kota yang mereka kunjungi. Hal ini mengarahkan manusia untuk memiliki ketergantungan pada Allah, dan meyakini bahwa Dia akan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memiliki tugas masing-masing, entah sebagai, imam, TNI, POLRI, Pejabat Negara, dan lain-lain. Semua tugas ini adalah suatu bentuk kepercayaan yang diberikan pada manusia untuk dijalankan dengan setia dan taat. Hal itu menuntut sebuah keberanian dan ketangkasan untuk menuntaskan segala tanggung jawab yang dimiliki. Pemberian ini bukan karena pilihan manusia semata, melainkan melibatkan Tuhan. Tuhan memberikan karunia lewat bakat, niat, dan usaha manusia, sehingga boleh memperoleh tugas-tugas duniawi itu. Oleh karena itu, dengan tugas kita masing-masing, Tuhan menyampaikan bahwa janganlah takut dan gentar melainkan harus dengan berani mewartakan kebenaran dalam kehidupan kita lewat tugas-tugas itu. Dalam  bacaan pertama, Rasul Paulus menulis surat kepada Timotius bahwa Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang kebenaran Tuhan. Ikutlah menderita bagi pewartaan InjilNya dengan kekuatan Allah.

Oleh sebab itu, lewat tugas yang dipercayakan kepada masing-masing pribadi kita, kita dituntut untuk berani bersaksi tentang kebenaran Tuhan, dan menempatkan Yesus sebagai sumber keselamatan, agar semakin banyak orang yang dapat memperoleh keselamatan dalam Kristus Yesus sendiri.

 (Fr. Yohanis Rangkoly)

“… Karena itu mintalah kepada Tuhan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Luk. 10:2)

 

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, berikanlah kebijaksanaan kepada kami dalam tindakan kami setiap hari. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini