“JARING KESELAMATAN”: Renungan, Minggu 21 Januari 2024

0
1360

Hari Minggu Biasa III

BcE Yun 3:1-5,10, Mzm 25: 4bc-5ab, 6-7bc, 8-9; 1kor 7:29-31; Mrk 1:14-20.

Salus Animarum Suprema lex merupakan ungkapan atau sebuah hukum ilahi dari Gereja kita yang ingin menegaskan bahwa keselamatan bagi jiwa-jiwa adalah hukum tertinggi. Isi hukum ini ingin menunjukkan sebuah nilai kristiani yang terkandung di dalamnya, yaitu pengorbanan. Berkorban demi keselamatan orang lain apapun situasi kita merupakan sebuah penghargaan terhadap sesama manusia yang ingin memperoleh keselamatan yang telah Allah janjikan.

Bacaan-bacaan hari ini, khususnya bacaan pertama dan Injil, memberikan contoh bagaimana seseorang berkorban demi keselamatan orang lain. Dalam bacaan pertama, Nabi Yunus diperintahkan Allah untuk pergi ke Niniwe agar mempertobatkan mereka dari keberdosaan mereka, karena kalau tidak bertobat maka Allah akan mendatangkan malapetaka bagi mereka. Secara manusiawi Yunus dilema karena jarak kota itu lumayan jauh. Tetapi, sebagai seorang nabi, Yunus bukan melihat dari segi manusiawi melainkan ia berpikir tentang keselamatan banyak orang jika ia tidak memberitahukan apa yang telah diperintahkan Allah. Pengorbanan Yunus yang berjalan jauh untuk menyelamatkan banyak orang merupakan sebuah tindakan visioner agar sama-sama memperoleh keselamatan.

Dalam bacaan Injil ada Murid-murid Yesus yang pertama, yaitu Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Mereka juga memiliki kesibukan sebagai nelayan untuk mencari nafkah sehari-hari. Tetapi, ketika Yesus memanggil mereka, bergegaslah mereka pergi dan meninggalkan pekerjaan mereka. Tindakan spontan ini juga merupakan tindakan seorang Rasul yang visioner, yang mampu menganalisa maksud dari Yesus memanggil mereka “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”.

Pengorbanan dari para murid ini, menunjukkan bahwa ada umat yang harus dijaring kemudian dipertobatkan agar memperoleh keselamatan. Para murid berkorban karena telah mendegarkan peringatan Yesus “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat, bertobatlah dan percayalah kepada Injil”. Dari peringatan itulah muncul motivasi yang membuat para murid sadar bahwa ada situasi yang lebih urgent untuk diperjuangkan dan membutuhkan pengorbanan total.

Kita sering kali masih terjebak dalam egoisme semata dan tidak peduli dengan keadaan orang lain. Bagaimana kita dapat disebut sebagai pengikut Kristus jika masih takut berkorban?. Bacaan-bacaan hari ini merupakan sebuah Sabda Tuhan yang mengingatkan kepada kita agar kita membantu para murid menangkap orang-orang yang mulai menjauh dari Tuhan sehingga mereka boleh masuk dalam jaring keselamatan yang Tuhan sediakan. Tuhan Yesus sendiri telah memberikan bukti nyata buah dari pengorbanan total yang telah Ia buat bagi keselamatan kita, yaitu kebangkitan yang mulia dan kebahagiaan kekal. Lantas demikian, mengapa kita masih takut untuk berkorban?.

Fr. Bosco Pontoh

“Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia”  (Mrk. 1:17).

 Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami agar berani berkorban demi orang lain. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini