“DIPANGGIL UNTUK MEWARTAKAN INJIL”: Renungan, Jumat 19 Januari 2024

0
1157

Hari Biasa (H)

BcE 1 Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2, 3-4,6,11; Mrk. 3:13-19

Dalam sebuah organisasi atau lembaga, seorang pemimpin selalu memilih orang-orang yang mampu untuk bekerjasama dengannya. Orang-orang yang dipilih tentunya memiliki kemampuan dan kapasitas pada bidang mereka masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar ada kerjasama yang dapat dibangun demi satu tujuan yang hendak dicapai, yaitu kebahagian dan kesejahteraan bersama.

Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang memanggil dua belas orang yang dikehendaki-Nya untuk menjadi rasul. Panggilan dua belas rasul ini, tentu dengan suatu maksud yang jelas. Penginjil Markus menulis dengan begitu baik bahwa Yesus menetapkan dua belas rasul yang dipilih-Nya untuk diutus memberitakan injil dan mengusir setan. Petrus dan kesebelas rasul lainnya dipilih Yesus, karena Yesus percaya bahwa mereka mampu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka.

Sebagai orang Katolik yang telah dibaptis dalam Kritus dan menjadi anggota Gereja, kita dipanggil untuk melanjutkan tugas-tugas para rasul. Para rasul telah melaksanakan tugas yang diberikan oleh Yesus kepada mereka untuk mewartakan injil kepada segala bangsa. Kita pun yang telah tergabung sebagai anggota Gereja, dipilih untuk terus memelihara dan mewartakan sabda Allah itu dalam dunia sekarang ini. Tugas pewartaan bukan hanya menjadi tugas dari mereka yang memperoleh rahmat sakramen imamat. Tetapi menjadi tugas bersama ketika dibatis dan bergabung dalam Gereja Katolik.

Pewartaan sabda Allah itu dapat kita mulai dari dalam keluarga, sekolah, tempat kita bekerja dan di tengah umat dan masyarakat. Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa, perwartaan sabda Allah ini harus terus kita lakukan dalam hidup kita. Karena para rasul telah lebih dahulu melakukan hal ini ketika mereka bersama-sama dengan Yesus. Sekarang, pewartaan sabda Allah menjadi tugas kita bersama.

Dalam ritus penutup perayaan Ekaristi khususnya pada bagian pengutusan, kita selalu mendengar seruan pengutusan oleh imam ”marilah pergi kita diutus”. Kalimat pengutusan ini menjadi ajakan bagi kita sebagai anggota Gereja Katolik untuk terus memelihara Sabda Allah dalam hidup kita dan mewartakannya kepada banyak orang. Dengan begitu, kita menjadi rasul-rasul zaman sekarang yang menjadi orang kepercayaan Gereja untuk mewartakan injil.

Redaksi

“Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan injil” (Mrk. 3:14)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami pewarta kebenaran SabdaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini