“DENGARKAN DAN TERIMALAH”, Renungan Rabu, 24 Januari 2024

0
1014

Pw S. Fransiskus dr Sales, UskPujG (P)

2 Sam 7:4-17; Mzm. 89:4-5,27-28,29-30; Mrk. 4:1-20

Injil hari ini menceritakan mengenai sebuah kisah tentang seorang penabur. Ketika hendak keluar dan ingin menabur ada beberapa benih yang jatuh di pinggir jalan, kemudian benih itu di makan oleh burung-burung sampai habis. Kemudian ada juga benih yang jatuh di tanah berbatu, benih itu pun tumbuh namun karena kondisi tanah yang sedikit maka benih itu segera layu. Lalu ada juga yang jatuh di daerah semak berduri, karena kondisi tempat yang bersemak maka benih itu tumbuh namun dihimpit oleh semak dan tidak kelihatan sampai ia mati. Namun ada juga benih yang jatuh di tanah yang baik, kemudian tumbuh dan menghasilkan buah yang berlimpah-limpah.

Yesus mau agar kita menjadi seperti ladang dengan kualitas tanah yang baik agar dapat menghasilkan buah-buah yang baik dan juga berlimpah, dengan cara mendengarkan dan menerima. Hal ini merupakan suatu kunci bagi kita semua untuk menjadi orang yang rendah hati, karena ketika kita mendengarkan kritik mengenai diri kita, baik itu di sekolah, tempat kerja atau pun di mana saja dan kita mampu menerimanya, maka itu akan menumbuhkan buah yang baik dalam diri kita. Begitu pula halnya dengan Firman Allah, jika kita mendengarkan dan menerimanya, maka Firman itu akan menjadi buah bagi kita umat beriman.  janganlah kita menjadi pribadi yang berbatu atau dipenuhi dengan semak berduri yang bersifat keras dan egois. Jadilah kita seperti sosok yang diperingati Gereja saat ini, yakni St. Fransiskus de Sales. Ia adalah pribadi yang rendah hati dan mau menerima sesama. Kerendahan hati membuat ia mau menerima tugasnya sebagai seorang pewarta yang harus terjun ke daerah yang berbahaya untuk mencari domba-domba yang hilang. Akhirnya ia dapat menghasilkan buah-buah yang manis bagi gereja.

Bacaan-bacaan hari ini mau mengajak kita untuk menghasilkan buah yang baik dan berlimpah bagi sesama. Dengan menjadi pribadi yang rendah hati, mau mendengar dan menerima. Tanah yang baik adalah diri kita sendiri. Mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya merupakan tindakan mulia yang dapat membuat benih sabda Tuhan dapat tumbuh dalam diri kita dan menghasilkan buah yang berlimpah.

(Redaksi)

“Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” (Mrk 4:20)

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami agar menjadi pribadi yang mampu mendengarkan dan melaksanakan sabdaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini