“HIDUP DALAM TERANG ALLAH”: Renungan, Kamis 28 Desember 2023

0
945

Pesta Kanak-kanak Suci, Mrt (M)

Hari Keempat dalam Oktaf Natal

1 Yoh. 1:5-2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mat. 2:13-18.

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami berbagai macam cobaan yang terkadang membuat hidup kita terasa menderita. Cobaan dan penderitaan yang diterima tentu menimbulkan reaksi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang melihat cobaan itu sebagai motivasi yang mendorong diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ada pula yang hidupnya menjadi buruk karena cobaan tersebut yang membawanya pada kegelapan akibat perbuatan dosa.

Pada bacaan pertama Yohanes mengajak kita untuk hidup dalam terang dan menjauhi hal-hal yang membawa kita pada kegelapan. Kita harus hidup dalam terang sebagaimana Allah adalah terang itu sendiri dan di dalam Dia tidak ada kegelapan. Hidup dalam terang Allah berarti kita berlaku sesuai dengan kebenaran dan menjauhi segala perbuatan dosa. Sebab perbuatan dosa hanya membuat orang jauh dari Allah. Oleh karena itu, kita pun harus beriman kepada Yesus sebagai Pengantara kita kepada Allah. Sebab hanya melalui Yesus kita akan memperoleh keselamatan.

Bacaan Injil mengisahkan tentang pengungsian Yesus, Maria dan Yosef ke Mesir. Keluarga Kudus harus mengungsi ke Mesir untuk menghindar dari raja Herodes yang mencari bayi Yesus untuk dibunuh. Herodes ingin membunuh bayi Yesus karena ia merasa cemas dan takut akan kehilangan kekuasaanya sebagai raja. Hal ini menunjukkan bahwa perbuatan Herodes ialah perbuatan kegelapan atau perbuatan yang jahat. Karena dibutakan dengan nafsu akan kekuasaan, Herodes pun menentang apa yang menjadi kehendak Allah dalam Diri Yesus Kristus. Akan tetapi, kejahatan Herodes untuk membunuh Yesus selalu gagal, sebab dalam diri Yesus Kristus terdapat karya penyelamatan Allah.

Hari ini Gereja merayakan Pesta Kanak-kanak Suci, Martir. Melalui bacaan-bacaan kitab suci, kita dihantar untuk hidup dalam terang dan menjauhi kegelapan. Menyesali dan mengakui dosa dapat menghantar kita pada terang kasih Allah dan kita pun dapat disucikan kembali serta menjadi bagian dari terang Allah bagi sesama kita. Kiranya kita selalu mengandalkan Allah, dengan berserah diri sepenuhnya kepada kehendak dan ajaranNya, agar kita dapat menerima keselamatan yang dari Allah melalui Yesus Kristus yang telah datang ke dunia.

 Fr. Marco Yohanis Mamarodia

“Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku” (Mat. 2:15).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk selalu hidup dalam terang kasihMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini