Hari Biasa (H)
Keb. 7:22-8:1; Mzm.119:89,90,130,135,175; Luk.17:20-25
Kebijaksanaan merujuk pada kemampuan seseorang dalam menggunakan akal budi dengan tepat dan cermat. Ini berarti mereka dapat membuat keputusan yang baik setelah mempertimbangkan dengan seksama. Oleh karena itu, individu yang bijaksana selalu melakukan pertimbangan yang matang sebelum bertindak atau melakukan suatu perbuatan.
Dalam bacaan pertama disampaikan bahwa kebijaksanaan adalah manifestasi kekuatan Allah dan pancaran kemurnian dari Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, tidak ada kecacatan atau kekeliruan dalam kebijaksanaan itu sendiri, karena Allah adalah sumbernya. Namun, kebijaksanaan ini dianugerahkan kepada jiwa-jiwa yang suci, yang menjadi sahabat Allah. Tuhan memberikan kebijaksanaan kepada manusia agar mereka mampu melakukan perbuatan yang baik sesuai dengan kehendak-Nya. Kita, sebagai penerima karunia kebijaksanaan dari Allah, harus memanfaatkannya dengan melakukan tindakan yang baik dan berkenan di hadirat-Nya.
Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kedatangan Kerajaan Allah. Orang-orang Farisi bertanya kapan Kerajaan Allah akan datang, dan Yesus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah tidak akan datang dengan tanda-tanda lahiriah yang jelas. Tidak ada yang bisa mengatakan, “Lihat, Kerajaan itu di sini” atau “Kerajaan itu ada di sana.” Sebenarnya, Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengah mereka, dan itulah Dia sendiri. Yesus menyampaikan pesan ini karena banyak orang Farisi pada waktu itu tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias yang dijanjikan.
Seringkali, kita juga mengalami keraguan dalam iman kita ketika menghadapi masalah besar dalam hidup. Kita cenderung meragukan kasih Allah dan bahkan bisa kehilangan keyakinan kita. Hal ini dapat mengganggu akal sehat kita dan memunculkan kecemasan serta keraguan dalam iman kita kepada Tuhan. Namun, pesan dari Yesus adalah bahwa Kerajaan Allah dan kasih-Nya selalu hadir di tengah-tengah kita, bahkan dalam saat-saat sulit. Kita harus memahami bahwa kehadiran-Nya tidak selalu disertai dengan tanda-tanda yang spektakuler, tetapi kita dapat menemukan-Nya dalam iman, ketenangan, dan kepercayaan kepada-Nya, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.
Kebijaksanaan adalah karunia dan anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Oleh karena itu kita harus mampu menggunakan akal budi kita dengan baik untuk memahami dan mengerti maksud dari setiap peristiwa yang kita alami. Dan selalu berjaga-jaga setiap hari agar tetap hidup dalam jalan kebenaran serta selalu melakukan perbuatan yang baik.
(Fr. Mikael George Bekor)
“Yesus menjawab katanya; “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: lihat, ia ada di sini atau ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk. 17:20-21).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami semakin bijaksana dalam melakukan perbuatan baik dan amal kasih kepada sesama kami. Amin.











