“BERTEKUN DALAM KESETIAAN” : Renungan, Sabtu 11 November 2023

0
856

PW S. Martinus dr Tours, Usk (P).

Rm. 16:3-9;16,22-27; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Luk. 16:9-15.

Santa Teresa dari Kalkuta pernah mengatakan bahwa “kita tidak dipanggil untuk mencapai kesuksesan, melainkan untuk tetap setia.” Ini berarti kita harus tetap setia pada hal-hal kecil dalam hidup dan setia pada proses yang sedang kita alami. Kesetiaan tersebut selaras dengan kesetiaan yang Yesus tunjukkan kepada BapaNya. Santo Martinus dari Tours juga mempraktekkan kesetiaan ini dalam hidupnya dan menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Hari ini Gereja merayakan Santo Martinus dari Tours sebagai salah satu dari banyak orang kudus. Ia dipanggil untuk menjadi pengikut Kristus ketika ia menunjukkan belas kasihnya kepada seorang pengemis yang kedinginan di pinggiran kota.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk memberikan perhatian dan  usaha terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan ini. Ketika seseorang menunjukkan ketekunan dan kesetiaan dalam hal-hal kecil, ia juga akan menjadi orang yang dapat diandalkan dalam hal-hal besar. Oleh karena itu, kesetiaan dalam segala hal sangatlah penting bagi setiap individu. Dalam Injil, Tuhan sendiri menggarisbawahi bahwa “barang siapa setia dalam perkara-perkara kecil maka ia juga setia dalam perkara-perkara besar.”

Kesetiaan tidak hanya berlaku pada situasi-situasi tertentu tetapi juga untuk iman kita sendiri dan proses pertumbuhannya. Proses pertumbuhan iman melibatkan tindakan seperti merawatnya melalui doa, menghidupi devosi terhadap Ekaristi, melakukan ziarah, dan menunjukkan perhatian terhadap sesama. Santo Martinus adalah contoh yang sangat menonjol dalam hal ini. Ia tidak hanya berusaha untuk tetap setia dalam imannya, tetapi juga aktif dalam memperkuatnya. Salah satu momen yang tak terlupakan dalam kehidupan Santo Martinus adalah ketika ia menunjukkan belas kasihannya kepada seorang pengemis yang kedinginan di pinggiran kota dengan memberikan mantelnya. Namun, tidak hanya itu, ketika ia tidur dan Tuhan mendekatinya dalam mimpi, Santo Martinus memiliki keberanian untuk menerima baptisan dan menjadi pengikut Kristus yang setia serta memegang erat ajaran Yesus.

Hal baik yang telah dilakukan oleh Santo Martinus kiranya  menginspirasikan kita untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kesetiaan bukanlah paksaan dari orang lain, tetapi berasal dari dalam diri kita sendiri. Karena itu, kita perlu memiliki tekad dan keberanian untuk berbuat baik kepada sesama yang ada di sekitar kita dengan cinta dan ketulusan.

(Fr Louis Sainyakit)

“Barang siapa setia dalam perkara kecil ia setia juga dalam perkara besar”

(Luk 16:10)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tuntunlah kami agar kami selalu setia dan tekun merawat hal-hal kecil dan sederhana dalam hidup keseharian kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini