Hari Minggu Biasa XXIX (H)
Yes. 45:1,4-6; Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes. 1:1-5b; Mat. 22:15-21
Pada zaman sekarang ini kadang-kadang kita mendengarkan bahwa ada orang yang masih malas untuk membayar pajak dengan rupa-rupa alasan, misalnya: Ada yang beranggapan bahwa pajak yang ditetapkan itu memberatkan masyarakat secara finasial, ada yang merasa ragu dengan petugas pajak yang nantinya akan melakukan korupsi, dan ada yang beranggapan bahwa uang pajak tersebut nanti tidak digunakan dengan baik oleh pemerintah. Beberapa alasan ini yang sering kali membuat orang beranggapan bahwa membayar pajak itu bukanlah sebuah keharusan atau kewajiban yang mengikat setiap warga masyarakat terhadap pemerintahan. Orang-orang itu beranggapan hidup yang baik itu hanya diperoleh apabila mereka setia dan taat kepada hukum dan melaksanakan kewajiban agamanya saja.
Dalam bacaan Injil hari ini Yesus memberikan sebuah penegasan kepada orang-orang Farisi yang bertanya soal kewajiban mereka untuk membayar pajak kepada Kaisar. Namun, sebelum menjawab pertanyaan tersebut Yesus sudah mengetahui bahwasanya mereka hendak mencobaiNya. Sehingga, Ia mengatakan, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?” Yesus tahu bahwa mereka sebenarnya sudah tahu tentang kewajiban untuk membayar pajak tersebut. Tetapi, karena orang-orang Farisi tidak terlalu suka dengan Kaum Herodian pendukung raja Herodes waktu itu, yang mewajibkan setiap orang untuk membayar pajak, sehingga mereka mencobai Yesus yang dipercaya sebagai seorang Mesias untuk menjadi backingan kuat saat mereka tidak melakukan kewajiban untuk membayar pajak kepada Kaisar. Menanggapi pertanyaan itu Yesus meminta kepada mereka, “Tunjukanlah kepadaKu mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepadaNya. Kemudian, Yesus bertanya kepada mereka gambar dan tulisan ini? Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Tanggapan Yesus terhadap pertanyaan orang Farisi ini berlaku bagi kita sebagai orang beriman untuk bertindak adil kepada Allah dan kepada pemerintah supaya kita bisa menjadi umat Allah yang sejati.
Yesus sebenarnya mau menekankan kepada kita sebagai orang beriman untuk taat kepada Allah dengan melaksanakan apa yang menjadi perintahNya dalam kehidupan kita setiap hari dengan tetap melakukan apa yang seharusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai seorang warga negara yang baik dan juga sebagai warga Gereja. Yesus tidak mau kita menjadikan diriNya sebagai suatu alasan untuk tidak mengindahkan kewajiban-kewajiban pemerintah seperti orang-orang Farisi dalam bacaan Injil hari ini. Tetapi yang Ia kehendaki adalah menjadi umat Allah yang sejati yakni setia kepada Allah dan tetap tahu jati diri sebagai warga negara yang taat aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
(Fr. Oswaldus Mbawo)
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat. 22:21b).
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, tuntunlah aku untuk tetap setia dalam menjalani kehidupan ini sebagai umat Allah yang sejati. Amin











