“KEBAIKAN KECIL”: Renungan, Selasa 31 Oktober 2023

0
1877

Hari Biasa (H)

Rm. 8:18-25; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Lukas 13:18-21.

Bacaan injil yang kita dengarkan hari ini bercerita tentang Yesus menggambarkan Kerajaan Allah melalui dua perumpamaan sederhana namun mendalam.

Pertama, Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang kecil. Biji ini mewakili awal sederhana dalam perjalanan rohani kita. Saat pertama kali datang kepada Allah, kita mungkin merasa kecil dan lemah, seperti biji sesawi. Namun, jika membiarkan iman kita ditanam dalam hati dengan baik, seperti biji yang ditaburkan pada tanah subur, ia akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar dan berdampak besar dalam hidup kita.

Kedua, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai ragi yang diambil seorang perempuan dan dicampurkannya dalam tiga sukat tepung. Ragi mewakili pengaruh Kerajaan Allah dalam hidup kita. Ketika kita mengijinkan Kerajaan Allah masuk ke dalam hati dan pikiran, seperti ragi yang dicampurkan dalam tepung, maka ia akan mempengaruhi dan mengubah hidup kita. Ia akan memberikan rasa dan makna yang lebih dalam pada kehidupan kita. Seperti adonan yang menjadi beragi, hidup kita akan menjadi bermakna dan penuh dengan rasa kebaikan.

Pesan dari perumpamaan ini adalah bahwa Kerajaan Allah tidak selalu datang dalam kemegahan atau kemuliaan yang besar. Ia seringkali dimulai dari yang kecil, dari iman yang sederhana atau tindakan kasih yang kecil. Namun, jika kita memberikan tempat bagi Kerajaan Allah dalam hidup kita, Ia akan tumbuh dan memberikan kehidupan yang lebih baik. Kita diajak untuk tidak meremehkan tindakan kebaikan kecil atau perubahan kecil dalam hidup kita, karena dalam Kerajaan Allah, hal-hal kecil bisa menjadi besar dan berarti. Hal itu berarti kita perlu membuka diri untuk menerima pengaruh Kerajaan Allah dalam hidup kita. Ketika kita mengijinkanNya memasuki hati dan pikiran kita, Ia akan mengubah kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kudus. Seperti ragi yang mengubah adonan menjadi beragi, Kerajaan Allah akan memberikan rasa dan makna lebih dalam pada hidup kita.

Kita masing-masing berperan dalam pertumbuhan Kerajaan Allah. Melalui iman, kasih, dan ketekunan, kita dapat menjadi alat untuk menyebarkan Kerajaan Allah di dunia. Mari membuka hati kita untuk menerima Kerajaan Allah dan biarkan Ia tumbuh, memberikan kehidupan yang lebih baik bagi kita dan orang lain.

(Fr. Alfredo Ngutra)

“Ia seperti biji sesawi, yang diambil seseorang dan ditaburkannya dalam kebunnya; biji itu bertumbuh dan menjadi pohon besar, dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya. (Luk.13:19)

Marilah berdoa:

Ya Allah, rahmatilah aku, supaya mampu menghargai setiap tindakan dan perubahan kecil dalam hidupku. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini