Hari biasa (H).
Yun. 4:1-11; Mzm. 86:3-4,5-6,9-10; Luk. 11:1-4.
Doa adalah semua hal yang berkaitan dengan permohonan, permintaan, harapan, pujian dan syukur kepada Allah. Sedangkan berdoa berarti berkomunikasi dan membangun relasi yang intim, baik dengan Allah. Kita adalah orang-orang beriman yang percaya akan kekuatan dan kuasa doa. Kita dipanggil untuk berdoa, agar hubungan kita dan Allah semakin hari, semakin dekat dengan Allah. Ketika kita semua sungguh percaya akan kekuatan doa dan dengan sungguh-sungguh, serius, rendah hati berdoa kepada Tuhan maka apa yang kita minta akan terjawab. Namun sebaliknya jika kita berdoa hanya sekedar sebagai suatu rutinitas belaka, untuk main-main dan lain-lain, maka sudah pasti bahwa doa-doa yang kita panjatkan tidak akan pernah dijawab oleh Allah. Maka itu kita diajak agar bisa konsisten dan dengan hati yang tulus menggunakan kesempatan berdoa dengan baik dan benar.
Pada hari ini, kita semua diajak oleh Tuhan untuk berdoa dengan baik dan benar sesuai dengan yang diajarkan oleh Yesus kepada para Rasul. Kita dituntut untuk mendekatkan diri dan membangun relasi yang baik dengan Allah dalam doa. Doa seperti apa yang Yesus ajarkan kepada para murid? Yesus mengajarkan para Rasul untuk berdoa doa Bapa Kami. Jika kita pahami dan mengerti dengan baik isi doa yang Yesus ajarkan maka di sana sangat jelas Yesus menunjukkan keseimbangan dalam melakukan sesuatu dengan dibarengi doa yang dipanjatkan kepada Allah. Untuk itu, penting bahwa kita bekerja tetapi haruslah juga kita berdoa dan sebaliknya kita berdoa dan kita juga harus bekerja. Berdoalah untuk apa yang kamu kerjakan dan juga harus bekerja dengan serius sesuai apa yang kita doakan. Maka pada akhirnya apa yang menjadi doa kita dan sekaligus apa yang kita laksanakan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana Allah dan kebutuhan kita sendiri. Orang yang sungguh-sungguh dalam doa dan bekerja adalah orang-orang yang sukses dan dekat dengan Allah.
Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang Yunus yang berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya ia mengatakan tentang suasana hatinya yang sangat kesal kepada Allah sekaligus memuji dan mengagungkan kebesaran, kebaikan Allah yang adalah Maha Pengasih dan Penyayang, panjang sabar dan penuh kasih dan setia. Di sini kita belajar bahwa Tuhan itu adalah Allah yang mencintai dan sangat mengasihi manusia. Tuhan mau yang terbaik untuk manusia dan ingin manusia tidak binasa melainkan diselamatkan. Walaupun sejahat-jahatnya manusia, memiliki dosa yang begitu banyak, tetapi ketika kita datang kepada Tuhan dan berdoa memohon pengampunan dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni dan menyelamatkan kita semua. Doa adalah senjata dan kekuatan kita semua orang beriman. Maka dari itu, kita semua diajak untuk berdoa dan hadirkan Tuhan dalam hidup kita karena bersama Allah semuanya akan dipermudah.
(Redaksi)
“Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” (Luk. 11:1)
Marilah berdoa:
Ya Bapa yang Maha Pengasih, bantulah kami untuk selalu menghadirkan Engkau dalam setiap kegiatan kami melalui doa-doa kami. Amin.











