“YESUS SUMBER SUKACITA”: Renungan, Selasa 19 September 2023

0
1587

Hari Biasa (H).

1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17.

Kehidupan yang baik tentu saja diinginkan oleh setiap manusia di dunia ini. Kehidupan yang penuh dengan tawa, gembira, dan kesenangan duniawi lainnya yang memuaskan keinginan daging kita. Manusia sekarang ini selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan yang mereka tekuni atau berbagai aktivitas lainnya yang nantinya akan membawa kesenangan pada hidup mereka dan bagi keluarga mereka. Hal itu tidaklah salah, malahan baik karena mereka cinta akan diri serta keluarga mereka. Tetapi yang menjadi persoalannya bagaimana jika mereka mengalami kejatuhan bahkan kegagalan dalam pekerjaan. Hal itu pasti membuat mereka merasa putus asa, kehilangan harapan dan berpasrah pada keadaan yang harus diterima. hal ini tentunya dapat kita atasi jika kita selalu menaruh dan mempunyai harapan dalam diri kita.

Cerita dalam Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang membangkitkan seorang anak muda yang sudah mati di Nain. Dalam perikop ini terlihat jelas bahwa Yesuslah yang melakukan inisiatif terlebih dahulu untuk membangkitkan anak muda itu. Yesus yang dengan cinta dan kasih yang besar menampakkan kemuliaanNya dengan membangkitkan seorang yang sudah mati. Kepedihan dan kesedihan yang mendalam yang dialami oleh seorang janda yang sudah tidak mempunyai suami, kemudian anaknya meninggal tentu menjadi beban dan luka yang dalam bagi janda ini. Yesus kemudian datang untuk membawa kehidupan dengan membangkitkan anak janda tersebut selain itu juga untuk memberikan suka cita serta kegembiraan bagi seorang ibu yang sebelumnya sedang mengalami duka.

Dari kisah injil ini kita mendapat makna yang penting dalam hidup kita. Hari ini kita diingatkan bahwa kita memiliki Yesus. Yesus melalui Roh Kudus telah datang ke setiap pribadi kita masing-masing. Ia memanggil dan mengajak kita untuk melihat Dia, memanggil kita untuk bertobat dan membimbing kita untuk mengerti kuasa dari firman. Tuhan ada di tengah-tengah kita dan Ia hadir dalam kehidupan kita. Yesus datang sebagai sumber kebahagiaan dan suka cita bagi kita umatNya yang sedang mengalami keterpurukan. Peristiwa Yesus yang membangkitkan anak seorang janda tersebut merupakan contoh nyata bahwa Tuhan Yesus datang sebagai penolong yang membebaskan kita dari keputusasaan dan kepedihan.

(Fr. Reijones Pantow)

“Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Lukas 7:14)

Marilah Berdoa:

Tuhan, buatlah kami menjadi orang yang selalu mengandalkanMu dalam hidup sehari-hari. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini