“KEKUATAN IMAN”: Renungan, Senin 18 September 2023

0
1631

Hari Biasa (H).

1 Tim.2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk.7:1-10.

Dunia dewasa ini, banyak sekali penderitaan yang dialami oleh manusia. Penderitaan itu disebabkan karena ketamakan dan kerakusan manusia dalam memenuhi hasratnya. ketamakan dan kerakusan manusia mengakibatkan dirinya mengalami penderitaan. Penderitaan yang dialami seseorang, ia akan mencari kesembuhan dengan pelbagai alternatif untuk memperoleh kesembuhan dan tanpa disadari mengesampingkan Tuhan. Hal itu mengakibatkan tidak ada kesembuhan sehingga terjadi depresi yang mengakibatkan kematian.

Bacaan pertama mengisahkan mengenai rasul Paulus menasihati Timotius mengenai Doa Jemaat. Isi nasihat itu yakni, agar kita hidup tenang, tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan maka, kita harus membangun relasi dengan Tuhan. Sebab, Allah itu Esa dan Dia pula yang menjadi pengantara kita yaitu Kristus Yesus. Maksud dari rasul Paulus yaitu kita manusia adalah manusia yang berdosa sehingga, rasul Paulus mengajak kita untuk memperoleh kebenaran akan Tuhan, melalui doa yang berisi ungkapan syukur dan memohon ampun kepada Tuhan. Sebab, kita seringkali lupa akan Tuhan ketika kita dirundung penderitaan entah sakit penyakit maupun duka. Dengan membangun relasi yang intim dengan Tuhan, kita pasti akan diselamatkan dari penderitaan karena dosa-dosa kita.

Injil Lukas hari ini mengajak kita untuk merenungkan peristiwa yang terjadi kepada hamba dari perwira yang disembuhkan oleh Yesus. Peristiwa kesembuhan itu terjadi karena iman yang sangat besar yang ditemukan oleh Yesus dalam diri perwira itu. Di mana ia dengan penuh iman dan kepercayaan memohon agar hambanya disembuhkan oleh Yesus. Nah, oleh karena keteguhan imannya maka Tuhan Yesus sampai berkata: “Aku berkata kepadamu iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekali pun di antara orang Israel!”. Hasilnya adalah hamba itu memperoleh kesembuhan.

Dalam kehidupan ini, seringkali kita mengesampingkan Tuhan dalam penderitaan, kesusahan, yang kita alami. Tanpa disadari Yesus adalah penyelamat kita dari penderitaan dan kesusahan. Ia adalah penolong dan pelindung kita. Oleh sebab itu kita perlu mencariNya dalam doa-doa harian kita entah secara individu maupun secara kolegialitas. Dengan demikian kita akan mendapat sebuah suka cita seperti yang dialami oleh hamba dari perwira yang disembuhkan Yesus berdasarkan penginjil Lukas hari ini. Jika kita mau diselamatkan, diberkati, serta dilindungi oleh Tuhan maka kita terus mengandalkan Tuhan dengan membangun relasi yang intim denganNya entah secara individu maupun secara kolegialitas sehingga suka cita dan kegembiraan akan kita peroleh setiap hari.

(Fr. Yohanis Rangkoly)

“Aku berkata kepadamu iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekali pun di antara orang Israel!” (Luk. 7:9)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, tambahkanlah iman ku untuk lebih mengenal Engkau. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini