“TOTALITAS”: Renungan, Senin, 21 Agustus 2023

0
995

Pw. S. Pius X, Paus (P).

Hak. 2:11-19: Mzm. 106:34,36-37.39-40, 43ab, 44: Mat. 19:16-22.

Hari ini Gereja Katolik memperingati St. Pius X, seorang paus yang lahir dalam suasana kemiskinan sebuah keluarga petani sederhana. St. Pius banyak berkhotbah demi mengembalikan umat pada penghayatan iman yang benar dan dengan giat menghidupkan kembali ibadat umat. Terhadap aliran yang bertentangan dengan ajaran Gereja, St. Pius X mengambil tindakan yang tegas. St. Pius X menunjukkan kesederhanaan hidup sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah dan bukan menjadi penghalang bagi dia untuk berbuat baik.

Injil hari ini mengisahkan seseorang yang hendak datang kepada Yesus dan bertanya cara memperoleh hidup yang kekal. Banyak perbuatan baik yang telah dilakukan oleh orang itu. Akan tetapi, banyaknya perbuatan baik itu belumlah cukup bagi dirinya untuk menjadi sempurna. Yesus dengan jelas menunjukkan cara agar dia dapat menjadi sempurna dan memperoleh harta di surga. Cara yang ditunjukkan Yesus, yakni menjual semua harta yang ada padanya dan memberikannya kepada orang-orang miskin. Terhadap perkataan Yesus, orang ini menjadi sedih sebab hartanya banyak. Yang dimaksudkan oleh Yesus adalah penyerahan diri yang total. Kisah dalam injil juga menggambarkan situasi hidup manusia. Banyak perbuatan baik yang telah atau bisa dilakukan oleh manusia. Namun, keterikatan pada hal-hal yang duniawi kerap menjadi penghambat. Hal-hal dunia kerap menjadi prioritas yang pada akhirnya menenggelamkan motivasi manusia untuk berbuat baik. Memiliki harta tentu adalah hal yang baik pula karena dapat menunjang kehidupan setiap manusia termasuk berbuat baik kepada sesama. Namun, hal itu menjadi tidak baik jika manusia salah mempergunakannya.

Teladan yang baik juga ditunjukkan oleh St. Pius X. Kata-kata yang sangat indah dapat ditemukan dalam surat wasiatnya, “Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin dan saya ingin mati secara miskin pula.” Kesederhanaan nampak dalam kata-kata ini dan patut dijadikan teladan hidup. Harta duniawi tidak menjadi penghambat baginya dalam berbuat baik. St. Pius X telah menjadi miskin di dunia tetapi telah memperoleh harta di surga. Semoga lewat Injil hari ini dan juga teladan hidup St. Pius X dapat menjadi motivasi bagi manusia untuk menyerahkan diri secara total kepada Allah.

(Redaksi)

“Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” (Mat. 19:21)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan semoga kami semakin mampu untuk menyerahkan diri kami seutuhnya kepadaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini