Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P)
Sir. 10:1-8; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21.
“Merdeka!” Seruan inilah yang pantas kita gaungkan di Hari Kemerdekaan Tanah Air Tercinta, Indonesia. Tujuh puluh delapan tahun yang lalu, dengan semangat juang 45, para pendahulu kita, para pahlawan, berkorban dan menumpahkan darahnya demi kemerdekaan tanah air Indonesia. Buah dari kiprahnya ialah kemerdekaan. Kemerdekaan ini pun menjadi identitas kita sebagai warga negara Indonesia dan sebagai umat Allah yang beriman.
Identitas ini terungkap melalui penginjil Matius, yang menampilkan bagaimana orang-orang Farisi mau menjerat Yesus dengan pertanyaan menjebak. Namun, Yesus mengetahui maksud mereka, sehingga Yesus memberikan jawaban bijaksana. “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Dalam konteks Romawi, kaisar adalah penguasa politik dan militer, sementara pajak yang dikumpulkan dipakai untuk menjalankan pemerintahan. Yesus sendiri mengakui kekuasaan kaisar dalam urusan pemerintahan dan mengajar umat-Nya untuk memberikan kewajiban sesuai dengan tatanan sosial tersebut. Di sisi lain, Yesus juga menempatkan kedudukan Allah sebagai otoritas tertinggi. Meskipun umat Kristen memiliki tanggung jawab terhadap pemerintahan, tidaklah boleh dilupakan, diabaikan, bahkan disepelekan kesetiaan dan pengabdian yang utama, harus terarah kepada Allah. Sebab, Allah adalah Tuhan yang memegang kekuasaan mutlak atas segala sesuatu.
Sirakh pun mengajak para penguasa atau pemerintah untuk menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Sebab apa yang mereka perbuat, biasanya ditiru oleh rakyat. Kendati demikian, mereka tetap harus mendasarkan pemerintahan mereka berdasar pada Tuhan sebagai penguasa alam semesta. Hanya dengan demikian, akan tercipta masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Hal yang sama ditekankan Petrus dalam suratnya, yang mengajak kita semua sebagai abdi Allah, yang telah dibebaskan oleh Kristus, untuk berlaku sebagai orang yang merdeka: dengan takwa kepada Allah dan pemerintahan.
Akhirnya, melalui bacaan hari ini kita diajak, sebagai warga Indonesia memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam urusan sosial dan kewarganegaraan, termasuk membayar pajak dan menaati hukum yang berlaku. Sebaliknya sebagai orang Kristen, kita juga memiliki panggilan untuk hidup sesuai dengan ajaran dan kehendak Allah, mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran kita. Yesus menekankan pentingnya menjalani kehidupan yang seimbang antara taat kepada pemerintah Indonesia dan taat kepada Allah yang senantiasa tetap menjadi prioritas. Berlakulah sebagai pribadi yang merdeka. Merdeka sebagai warga negara. Merdeka sebagai anggota Gereja.
(Fr. Ekaristho G. Silap)
“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”(Mat 22:21b)
Marilah berdoa:
Ya Bapa, jadikanlah kami orang-orang yang dapat bersikap merdeka terhadap gereja dan tanah air. Amin.











