“PERSATUAN YANG ABADI”: Renungan, Jumat 18 Agustus 2023

0
1035

Hari Biasa (H)

Yos. 24:1-13; Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24; Mat. 19:2-12.

Kesetiaan dan cinta itu selalu menuntut pengorbanan. Tidak pernah ada kesetiaan dan cinta yang mengabaikan pengorbanan. Tanpa pengorbanan, kesetiaan dan cinta tidak memiliki arti dalam hidup kita. Dengan demikian, kesetiaan dan cinta dalam hubungannya dengan pengorbanan adalah bagian penting yang tidak terpisahkan dalam usaha untuk mencintai dan memperjuangkan prioritas dalam hidup. Prioritas yang dimaksudkan seperti pendidikan, cita-cita, pekerjaan, hubungan asmara dan keluarga.

Dalam bacaan pertama kita diingatkan kembali akan cinta dan kasih karunia Allah kepada bangsa Israel yang diperdengarkan kembali oleh Yosua menjelang wafatnya. Sejarah panjang bangsa Israel dihiasi oleh cinta kasih dan pengorbanan Allah dalam menuntut bangsa pilihannya. Representasi dari cinta kasih, kesetiaan, dan pengorbanan itu nampak secara sempurna dalam tuntunan Allah dalam sejarah panjang bangsa Israel. Dari pihak Allah, telah diberikan cinta dan kasih karunia yang sempurna sebagai usaha untuk membangun hubungan mesra dengan manusia. Kiranya kita semua telah mengetahui kelemahan manusiawi kita yang tidak lain adalah ketegaran hati kita. Ketegaran hati  manusia dapat memutus hubungan mesra Allah dan manusia

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai hal serupa. Allah juga menekankan pentingnya kesetiaan hidup dalam diri para pasangan. Allah berbicara tentang perceraian. Allah pada mulanya tidak ingin perceraian. Yesus menjelaskan mengapa Musa mengizinkan orang untuk menceraikan istrinya  karena ketegaran hati kita. Karena hawa nafsu, orang mudah untuk menceraikan istrinya dan berzinah dengan wanita lain. Sejak semula Allah telah menyatukan kita semua dengan diri-Nya. Dia juga telah menunjukkan pekerjaan dan usaha yang perlu dibuat supaya perceraian itu tidak terjadi yakni dengan cinta, kesetiaan, dan pengorbanan-Nya. Potensi terjadinya perceraian dapat dilihat dalam berbagai bentuk, yakni ketidaksetiaan, kemalasan, hawa nafsu dan kesombongan

Bacaan-bacaan hari ini kembali mengingatkan kita akan Allah yang begitu mencintai dan setia dalam perlindungan-Nya kepada kita. Allah tidak menginginkan perpecahan dan perceraian. Hubungan yang baik harus dilandasi dengan cinta kasih, kesetiaan dan pengorbanan. Oleh sebab itu, hari ini kita kembali diajak oleh Tuhan untuk tetap setia mencintai Allah juga sesama, berkorban terhadap sesama kita, dengan menghindari segala bentuk perpecahan. Kesatuan diinginkan Allah demi terciptanya dunia yang damai dan tenteram.

(Fr. Angky Rahayaan)

“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mat. 19:9)

Marilah berdoa:

Ya Allah bimbinglah hati, budi, dan tindakan kami supaya kami selalu mencintai, setia dan rela berkorban demi Engkau dan sesama dalam hidup kami. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini