“IMAN MENGALAHKAN SEGALANYA”: Renungan, Senin 14 Agustus 2023

0
1149

Pw S. Maximilianus Maria Kolbe, ImMrt (M)

Ul. 10:12-22; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mat. 17:22-27;

Dalam bacaan pertama, kita mendengar perintah Tuhan untuk mengasihi-Nya dan mengikuti jalan-Nya dengan setia dan tekun. Tuhan memperingatkan umat-Nya bahwa jika mereka berbalik dari jalan yang benar dan mulai mengikuti tuhan-tuhan lain, maka mereka akan menerima konsekuensi yang sangat buruk.

Dalam Injil, Yesus memberikan peringatan yang serupa kepada para murid-Nya. Dia memberitahu mereka bahwa Dia akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang berdosa dan akan dibunuh, tetapi akan bangkit pada hari ketiga. Namun, para murid-Nya tidak mengerti apa yang Dia katakan dan menjadi sangat sedih.

Kedua perikop ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu memperingatkan kita tentang bahaya yang mengancam kita jika kita memilih untuk meninggalkan jalan-Nya. Namun, seperti para murid-Nya yang tidak mengerti peringatan-Nya, kita juga seringkali kebingungan dan takut ketika kita menghadapi cobaan dan tantangan.

Santo Maximilianus Maria Kolbe, seorang biarawan Katolik yang hidup pada abad ke-20, memberikan contoh yang luar biasa tentang bagaimana mengikuti jalan Tuhan dengan setia dan tekun. Dia mengabdikan hidupnya untuk melayani orang lain dan menyebarkan kabar baik tentang Yesus Kristus, walaupun menghadapi bahaya dan penganiayaan.

Ketika Nazi Jerman menduduki Polandia selama Perang Dunia II, Maximilianus ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi Auschwitz. Di sana, dia terus berbagi iman dan harapannya dengan sesama tahanan, bahkan ketika dia dianiaya dan disiksa. Akhirnya, ketika seorang tahanan melarikan diri dari kamp dan Nazi memilih sepuluh tahanan untuk dihukum mati sebagai hukuman, Maximilianus menawarkan dirinya sebagai gantinya, karena dia ingin memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi tahanan yang lain.

Santo Maximilianus Maria Kolbe mengikuti jalan Tuhan dengan setia dan tekun, bahkan ketika itu berarti menghadapi kematian. Dia memberikan contoh yang kuat tentang apa artinya mengasihi Tuhan dan mengikuti-Nya dengan setia. Kita dapat belajar darinya tentang arti yang lebih dalam dari perintah Tuhan untuk mengasihi-Nya dan mengikuti jalan-Nya, bahkan ketika itu berarti menghadapi cobaan dan tantangan yang besar.

Sebagai umat Kristen, kita diingatkan untuk tidak hanya mendengar kata-kata Tuhan, tetapi juga untuk bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Kita harus mempraktekkan kasih dan keberanian seperti yang ditunjukkan oleh Santo Maximilianus Maria Kolbe, dan dengan itu menunjukkan kesetiaan kita pada Tuhan dan iman kita pada-Nya.

(Fr. Weldy Stevan Lelung)

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.(Mat. 17:22b-23a)

Marilah Berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami untuk tidak hanya berkata-kata melainkan bertindak menurut Kehendak-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini