“MAU PIKUL SALIB”: Renungan Minggu, 2 Juli 2023

0
1239

Hari Minggu Biasa XIII (H).

2Raj. 4:8-11, 14-16; MZM. 89:2-3, 16-17, 18-19;  Rm. 6:3-4,8-11; Mat. 10:37-42.

Mengikuti Kristus secara konsekuen berarti menuju korban dan salib. Dalam bacaan Kedua, kita diajak untuk memahami bahwa Kristus menjumpai kita melalui pembaptisan. Dengan pembaptisan, Kristus mau membebaskan kira dari dosa, agar kita dapat ikut serta dalam kehidupan-Nya. Ikut serta berarti Pembaptisan kita membawa serta panggilan untuk bersatu dengan Kristus dan hidup seperti Dia sampai di Salib. Untuk menghidupi panggilan ini tidaklah mudah. Manusia diperhadapkan dengan berbagai kesulitan hidup dan tantangan tawaran kenikmatan duniawi yang semakin menjadi-jadi. Lebih dekat lagi, kesulitan hidup dan godaan setan yang secara pribadi kita hadapi saat ini. Kita mungkin pernah jatuh tetapi apakah kita akan terus jatuh?

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata “Barang siapa tidak memanggul salibnya, tak layak menjadi murid-muridKu”. Sabda Yesus memang di tujukan kepada para Rasul, yakni mereka yang dipilih Yesus untuk menjalankan tugas perutusannya. Tetapi semangat serta isinya diperuntukkan bagi siapa saja yang hendak menjadi murid. Memikul salib dan mengikuti Yesus memang tidak mudah, murid harus menaruh cinta kasih kepada-Nya melebihi keluarga, melebihi segala-galanya, bahkan melebihi hidupnya sendiri. Secara manusiawi, sabda dalam Injil hari ini terasa sulit diwujudkan. Tetapi apa yang disampaikan Yesus harus dipahami sebagai gambaran kenyataan yang benar-benar terjadi pada para Rasul. Selain tuntutan bagi murid-Nya, Yesus juga berbicara mengenai orang yang menerima murid-Nya sama dengan menerima Dia dan kebaikan sekecil apa pun kepada murid-Nya akan mendapat pahala. Kita telah menerima Yesus melalui pewartaan para Rasul. kita telah menjadi murid-murid Yesus melalui Pembaptisan. Sebagai murid Yesus, kita juga dipanggil untuk memikul salib. Memikul salib melekat dengan mengikuti Yesus Sendiri sebab jika dipisahkan maka manusia kehilangan orientasi tujuan keselamatan. Memikul salib berarti kita menjadi rekan seperjalanan Yesus. Memikul salib memiliki makna kita mampu memikul beban penderitaan kita termasuk melawan godaan setan dalam Kristus serta kita juga mampu berkorban demi meringankan beban orang lain, ibarat memberi air sejuk secangkir saja bagi orang lain.

Konsekuensi menjadi murid adalah memikul salib, salib yang membawa keselamatan bukan penderitaan tanpa makna. Tuhan Yesus mempertanyakan kelayakan kita saat ini sebagai murid-murid-Nya. Sebagai murid, apakah saya sudah sungguh-sungguh memikul salib? Apakah saya sudah meringankan beban salib orang lain? Ayo pukul salib dan berkorban demi Salib Kristus.

                                                                                                (Fr. Damianus Daga)

Barang siapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak layak bagiku” (Mat.10:38)

Marilah Berdoa:

Tuhan Yesus utuslah Roh Kudus untuk memampukan aku memikul SalibMu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini