“ALLAH MAHA KUASA”: Renungan, Rabu, 05 Juli 2023

0
1001

Hari Biasa (H)

Kej. 21:5, 8-20; Mzm. 34:7-8, 10-11, 12-13; Mat. 8:28-34.

Tahun 2024 Indonesia akan memasuki tahun politik. Pada tahun itu, rakyat Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan. Sebagai kepala negara dan wakil kepala negara yang dipilih oleh rakyat, tentunya mereka dipercayakan untuk memimpin dan memiliki kuasa dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk memajukan negara Indonesia. Berbicara mengenai kuasa presiden dan wakilnya, Injil hari ini pun berbicara tentang kuasa, yakni kuasa Yesus yang dapat mengusir setan-setan.

Yesus yang baru saja tiba di daerah Gadara, langsung disambut oleh dua orang yang kerasukan setan. Orang-orang takut melalui daerah itu, tetapi tidak bagi Yesus. Ketika Yesus datang, justru setan-setanlah yang takut akan kuasa Allah yang dapat menyiksa mereka. Kekuasaan Allah juga nampak dari tindakan Yesus yang memerintahkan setan-setan itu pindah ke dalam kawanan babi. Kuasa Yesus yang dapat mengusir setan-setan pada akhirnya dapat menyembuhkan dua orang yang kerasukan setan-setan tersebut. Kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan dua orang yang kerasukan sangat disayangkan mendapat penolakan dari orang-orang di daerah itu. Mereka mendesak supaya Yesus meninggalkan daerah mereka.

Kekuasaan manusia tidak sama dengan kuasa dari Allah. Kekuasaan manusia terbatas dan memiliki kelemahan. Bacaan Injil hari ini kiranya dapat membuat manusia semakin sadar akan kemahakuasaan Allah, yang dapat mengatasi setiap masalah hidup yang dihadapi oleh manusia. Akan tetapi, menjadi pertanyaan apakah manusia percaya akan kuasa Allah itu? Dalam Injil dikisahkan bahwa setan-setan saja percaya akan kuasa Allah. Bagaimana dengan manusia? Atau, lebih parahnya lagi, apakah kuasa Allah yang begitu nyata dalam kehidupan manusia malah mendapat penolakan dari manusia? Penolakan akan kebaikan dan kuasa Allah nampak juga dalam tindakan-tindakan yang melawan perintahNya. Percaya akan kuasa Allah adalah orang yang mau datang kepadaNya lewat doa dan perbuatan-perbuatan baik. Percaya akan kuasa Allah dapat membangkitkan pengharapan manusia kepada Allah yang sungguh menyelamatkan.

(Fr. Frumentius Nggajo)

“…Apakah urusanmu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Mat. 8: 29)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga kami semakin yakin dan percaya akan kuasaMu yang dapat membawa kami kepada kebahagiaan sejati. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini