“TUHAN TIDAK PERNAH MENUTUP MATA”: Renungan, Rabu 21 Juni 2023

0
1431

Pw S. Aloisius Gonzaga, Biarw (P).

2Kor. 9: 6-11; Mzm. 112:1-2,3-4,9; Mat. 6:1-6,16-18.

Saudara-saudariku yang terkasih, Bacaan injil hari ini mengisahkan tentang tiga hal penting yaitu: Hal memberi sedekah, hal berdoa dan hal berpuasa. Awal kalimat dari bacaan injil dengan jelas menegaskan kepada kita katanya: ”Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.”

Saudara-saudari yang terkasih. Jika kita memberikan sedekah kepada orang lain, berilah dengan rendah hati dan tulus ikhlas, jangan karena mau untuk dipuji orang atau jangan karena ingin di lihat orang. Pada zaman ini sudah banyak orang melakukan kewajiban agamanya supaya perbuatannya itu dilihat oleh banyak orang. Jika ingin menjadi presiden orang perlu aktif di dunia maya, segala sesuatu yang dibuatnya kepada orang miskin atau masyarakat kecil, dipamerkannya dalam media masa, supaya perbuatannya itu dilihat oleh banyak orang sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Tuhan tidak suka dengan cara kita seperti itu, yang memberi sedekah dengan maksud yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan menghendaki supaya kita melakukan kewajiban agama kita itu dengan rendah hati dan tulus iklas, supaya Allah Bapa yang melihatnya pasti akan memberikan kita berkat yang berlimpah.

Saudara-saudariku yang terkasih, Tuhan juga menegaskan kepada kita bahwa, jika kita berdoa janganlah berdoa seperti orang munafik, tetapi berdoalah dengan hati yang tulus, karena yang terpenting adalah bukan dilihat orang melainkan Tuhanlah yang melihat kedalaman hati kita. Kalau kita berdoa janganlah kita khawatir kalau doa kita tidak didengar oleh Tuhan, Tuhan pasti melihat kita saat berdoa dan Dia pasti mendengar segala doa kita, jadi janganlah kamu khawatir akan hal itu, maka jangan seperti orang munafik yang selalu memamerkan doanya di depan banyak orang. Begitu juga dengan hal berpuasa, jangan berpuasa seperti orang munafik, yang membuat mukanya seperti orang yang sedang berpuasa tetapi sebenarnya tidak.

Saudara – saudariku yang terkasih. Jangan khawatir ketika kita sedang berbuat sesuatu yang baik, karena Tuhan tidak pernah menutup mata-Nya, Dia selalu ada dan memperhatikan cara hidup kita setiap hari. lebih baik dilihat Tuhan dari pada dilihat banyak orang yang tidak memberikan kita kebahagiaan kekal di surga. Oleh sebab itu, marilah kita menjadi orang yang selalu dengan tulus ikhlas mau berbuat sesuatu yang baik di hadapan Tuhan, dan jangan menjadi seperti orang munafik yang melakukan sesuatu hanya untuk dilihat banyak orang dan dipuji banyak orang. Semoga Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.

(Hubertus Laikyer)

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik” (Mat 6:5)

Marilah berdoa:
Ya Tuhan jadikanlah hati kami seperti hatiMu, sehingga kami juga bisa menjadi pribadi-pribadi yang baik dan benar. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini