“TENTUKAN PILIHAN YANG TERBAIK”: Renungan, Selasa 27 Juni 2023

0
799

Hari Biasa (H)

Kej. 13:2,5-18; Mzm. 15:2,3ab,3cd-4ab; Mat. 7:6.12-14.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Setiap dari kita menginginkan semua hal yang baik untuk kepentingan kita masing-masing, baik untuk perkembangan kita maupun tujuan hidup kita ke depannya. “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu  melemparkan mutiaramu kepada babi supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya lalu ia berbalik  menyerang kamu.” (Mat. 7: 6). Dalam perikop ini dapat dimaknai secara positif  bahwa sesuatu yang baik dan berharga mestinya dijaga dan dipelihara  secara bijaksana dan penuh tanggung jawab. Kita sebagai manusia memiliki kebaikan-kebaikan dalam hidup,  maka apa pun yang diberikan dan yang dipercayakan kepada kita semua pasti dikembangkan dengan baik oleh kita masing-masing. Jika  tidak kita sendiri mengingkari jati diri kita sebagai makhluk yang luhur dan bermartabat.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Tema penting lainnya  yang ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Injil hari ini adalah pedoman-pedoman hidup  praktis yang bisa dihayati oleh siapa saja guna memperoleh kebahagiaan, yakni “Jangan  lakukan pada orang lain apa yang Anda tidak suka orang lain perbuat terhadap dirimu.”  Ketika kita mendengar kalimat sederhana ini maka pasti kita akan diarahkan untuk melihat prinsip hidup sesungguhnya yang menjadi dasar untuk mengarah kepada kebaikan dan kebenaran. Yesus mau mengajarkan kepada kepada kita untuk memperlakukan sesama kita yang ada di sekitar kita dengan penuh kasih, adil karena dengan demikian semua hal itu akan kita terima. Misalnya: Saya ingin dikasihi dan dicintai oleh sesama dan Tuhan maka saya harus terlebih dahulu mengasihi dan mencintai sesama  dan Tuhan. Hal sebaliknya akan terjadi jika kita tidak memperlakukan sesama dan Tuhan dengan baik dan benar.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Yesus juga mengingatkan dan mengajarkan kita tentang dua jalan yang harus kita pilih dengan baik. Maka dari itu kita harus menentukan pilihan kita dengan baik dan benar. Apakah kita akan memilih jalan sempit yang membutuhkan, kesabaran, kesetiaan dan pengorbanan? Ataukah kita akan memilih jalan luas yang penuh dengan kesenangan dan kebahagiaan yang sementara dan mudah untuk dilalui? Di sini kita harus berhati-hati dan waspada dalam menentukan jalan yang kita ikuti dan dalam hidup kita. Yesus ingin supaya kita harus memilih jalan yang sempit dengan seluruh pengorbanan kita yakni mengikuti Yesus, mendengar ajaran-ajaran dari-Nya dan melakukan semua hal yang diperintahkan-Nya kepada kita untuk dilakukan karena dengan demikian kita akan diselamatkan.

(Fr. Steven Baradi)

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu” (Mat. 7: 6)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, pantaskanlah aku untuk  menerima rahmat keselamatan yang senantiasa Engkau anugerahkan padaku. Jadikanlah diriku sebagai  pribadi yang kudus dan berharga serta bantulah aku untuk senantiasa membuat pilihan-pilihan  yang tepat di dalam hidup, agar aku terhindar dari kebinasaan. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini