“PERJAMUAN SURGAWI”: Renungan, Minggu 11 Juni 2023

0
1268

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P)

Ul. 8:2-3, 14b-16a; Mzm. 147;12-13, 14-15, 19-20; 1Kor 10:16-17; Yoh. 6:51-58.

Saudara/I yang terkasih dalam Kristus, pada hari ini Gereja Universal merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Dalam bacaan pertama dari Kitab Ulangan, di sana dijelaskan perihal periode di padang gurun saat bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Tuhan merendahkan hati mereka dan membiarkan mereka merasa lapar, kemudian memberi mereka makan manna. Tuhan hendak mengingatkan bangsa Israel untuk tetap rendah hati dan ingat akan perbuatan Tuhan yang luar biasa dalam membawa mereka keluar dari perbudakan di Mesir dan melalui padang gurun yang penuh bahaya.

Perbuatan Tuhan yang luar biasa juga dijelaskan lebih lanjut oleh Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus mengacu pada Ekaristi sebagai “kawan kesatuan darah Kristus” dan “roti kesatuan tubuh Kristus”. Kedua istilah ini menunjukkan bahwa ketika umat Kristen menerima roti dan anggur dalam Ekaristi, mereka menjadi satu dengan Kristus dan menjadi satu tubuh denganNya. Oleh karena itu, Paulus menegaskan bahwa ketika kita menerima Ekaristi, kita harus menghargai dan menghormati sakramen ini serta menjaga persatuan di antara kita. Selain itu, Paulus juga menekankan bahwa ketika kita menerima Ekaristi, kita harus melakukan dengan cara yang tepat dan dengan penuh kesadaran, menghargai kehadiran Kristus di dalam Ekaristi dan menghormati sakramen ini sebagai suatu bentuk penghormatan kepadaNya.

Yohanes dalam dalam bacaan Injil hari ini hendak menegaskan kepada kita bahwa tubuh dan darah Kristus adalah benar-benar makanan dan benar-benar minuman yang melebihi manna dan air di padang gurun yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Allah yang hadir di dalam diri Yesus memberikan diriNya untuk menjadi makanan dan minuman, dan itu sangat nyata di dalam Ekaristi. Di dalam Ekaristi, umat beriman diundang untuk memakan tubuhNya dan meminum darahNya yang merupakan puncak dan sumber iman dari kehidupan kristiani itu sendiri. Dengan memakan tubuhNya dan meminum darahNya umat beriman harus menyerap Dia ke dalam diri mereka dengan cara yang intim dan personal.

Saudara/ I yang terkasih di dalam Kristus, secara keseluruhan pesan bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk tidak hanya bergantung pada makanan fisik semata untuk hidup, tetapi juga membutuhkan kehendak dan penyediaan Tuhan. Pesan ini mengingatkan bangsa Israel dan kita sebagai pembaca saat ini untuk mengandalkan Tuhan dalam segala hal dan mengenali bahwa kehidupan sejati tidak hanya tergantung pada kebutuhan fisik. Pentingnya menerima Yesus sepenuhnya dalam iman dan mengandalkanNya sebagai sumber kehidupan yang sejati adalah hal yang sangat fundamental dalam iman. Hanya melalui persekutuan denganNya dalam Ekaristi, kita dapat memenuhi kebutuhan spiritual dan kehidupan yang kekal yang telah dijanjikanNya.

                                                                                                (Fr. Loiz Wazi)

“Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku dalam Dia” (Yoh. 6:55).

Marilah berdoa:

Allah sumber pengampunan, ampunilah kami yang kurang menghormati tubuh dan darah PutraMu di dalam Ekaristi. Kami mohon, tambahkanlah iman kami agar mampu memahami, menghayati dan memaknai Ekaristi yang kami terima. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini