“AMPUNI DAN DOAKANLAH’. Renungan: Selasa 20 Juni 2023

0
7594

Hari Biasa (H)

2Kor. 8:1-9; Mzm. 146;2, 5-6, 7, 8-9a; Mat. 5:43-48.

Dalam kehidupan pasti ada orang yang berbuat baik kepada kita sehingga kita suka kepadanya, dan juga ada orang yang dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan hal yang tidak baik kepada kita sehingga dengan sendirinya kita merasa marah, jengkel, dan tidak suka kepada orang tersebut. Orang yang melakukan kebaikan terhadap diri kita pastinya akan kita anggap sebagai teman, sahabat, bahkan bisa dianggap sebagai keluarga sendiri. Namun, Ketika ada orang yang dengan sengaja melakukan hal yang tidak baik, yang bisa melukai hati kita pastinya kita akan dengan sendirinya menjauhi orang tersebut, bahkan tidak lagi menganggapnya sebagai teman, sahabat, apalagi keluarga.

Injil Matius mengisahkan tentang Yesus yang mengajarkan kasih dan pengampunan yaitu: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”.

Pengajaran Yesus tersebut tidak mudah diterima begitu saja oleh sebagian orang. Mengapa demikian? Karena tidak mudah seseorang mengampuni orang lain yang telah berbuat jahat dan menyakiti dirinya. Pastinya kita menginginkan agar supaya orang yang telah melakukan kejahatan kepada kita mendapatkan balasan yang setimpal sebagaimana yang telah mereka perbuat kepada kita. Namun, Yesus Kristus dengan sangat mengagumkan mengajarkan kita untuk mengasihi musuh dan berdoalah bagi mereka.  Yesus sebenarnya memberikan teladan dan ajaran sebagaimana yang telah Ia lakukan dalam perjalanan hidup-Nya. Ia mengampuni dan berdoa bagi mereka yang telah menganiaya Dia sampai mati di kayu salib. Sekilas orang akan merasa heran dan bahkan tidak bisa menerima apabila kita mengampuni begitu saja orang yang telah melakukan kejahatan kepada kita.

Kenyataan hidup memang tidak selalu indah. Seringkali kebaikan dikalahkan dengan kejahatan. Orang menjadi egois dengan diri sendiri bahkan dengan orang lain. Pada hari ini, Yesus mengajarkan kita untuk tidak egois. Ia memberikan pengajaran tentang kebaikan yang sesungguhnya, yang berasal dari kasih. Mengampuni dan berdoa bagi musuh sangatlah mustahil. Tapi, kita dapat belajar dari Yesus tentang teladan mengampuni dan mendoakan musuh, yang berasal dari kasihNya. Yesus menekankan aspek cinta yang tak terbatas, cinta yang tidak memandang perbedaan, cinta tak bersyarat dan cinta yang sejati. Cinta sejati itu dapat dilihat dari tindakan mengampuni dan mendoakan musuh  kita. Marilah kita berjuang untuk menjadi serupa dengan Allah yang mengampuni dan mendoakan musuh. Jika Kristus mengajarkan tentang pengampunan dan mendoakan musuh, mengapa kita tidak meneladani Kristus?

(Fr. Cristefillius Rembaen)

“Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat. 5:44)

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus bantulah kami agar bisa menjadi manusia yang mampu mengampuni dan mencintai semua orang. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini