“TIDAK PERNAH SENDIRI”: Renungan, Senin 22 Mei 2023

0
1670

Hari biasa Pekan VII Paskah (P)

Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7b; Yoh. 16:29-33

Dalam kehidupan ini, pasti setiap orang mempunyai pengalaman ditinggalkan. Kita mungkin pernah ditinggalkan oleh teman-teman, rekan kerja, kekasih, bahkan ditinggalkan oleh orang tua. Pengalaman ini tidak bisa kita hindari, sebab itu merupakan proses kehidupan yang harus kita jalani.

Injil hari ini mengisahkan tentang murid-murid yang percaya kepada Yesus karena Yesus telah berterus terang, kalau Dia datang dari Allah Bapa. Ada hal lain yang menarik dalam bacaan Injil hari ini untuk direnungkan selain Yesus yang telah berterus terang. Hal yang menjadi permenungan adalah kata-kata Yesus ketika Dia ditinggalkan sendiri. Yesus berkata “Percayakah kamu sekarang? Lihat saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan aku seorang diri. Namun, Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku”.

Perkataan Yesus ini, sebenarnya menyatakan bahwa ketika Yesus ditangkap, murid-murid akan tercerai-berai dan setelah Yesus wafat semua murid kembali ke daerah masing-masing, sehingga Yesus tinggal seorang diri. Meski pun ditinggalkan oleh para murid, Yesus tidak pernah merasa sendiri, dengan mengatakan “Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku”. Hari ini kita diingatkan kembali oleh Yesus kalau kita tidak pernah sendiri. Meski pun nampak seorang diri saja, tapi sebenarnya kita tidak sedang sendirian, karena ada Yesus, yang senantiasa menyertai kita.

Dalam bacaan pertama hari ini, Paulus bertemu dengan beberapa murid di Efesus. Ternyata murid-murid itu belum menerima Roh Kudus dan bahkan mereka tidak tahu apa itu Roh Kudus. Paulus pun membaptis mereka dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan atas mereka, sehingga mereka memperoleh Roh kudus. Dengan adanya Roh kudus setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak akan pernah sendiri. Dan Roh Kudus yang memampukan kita mengatasi segala persoalan dan selalu memberi pengharapan dan kekuatan iman.

Sebagai orang beriman kepada Yesus, kita patut bersyukur karena Yesus telah mengutus Roh Kudus kepada kita masing-masing. Kita telah menerima Roh Kudus melalui pembaptisan, sehingga Roh Allah tinggal dalam diri kita. Kita yang percaya kepada Yesus, jangan pernah takut kalau ditinggalkan dan jangan pernah takut berjalan sendiri, karena Roh Allah selalu menyertai kita di mana pun kita berada dan dalam kondisi apapun. Kita harus menjadi orang-orang yang berani dalam mewartakan kerajaan Allah di tengah-tengah dunia.

(Fr. Eduard Rizky Mayokan)

Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku” (Yoh. 16:32)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, sertailah kami selalu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini