“PENGAKUAN KASIH”: Renungan, Jumat 26 Mei 2023

0
1234

Pw. S. Filipus Neri, Imam (P).

Kis. 25:13-21; Mzm. 103: 1-2; 11-12, 19-20ab; Yoh. 21:15-19

Pengakuan adalah salah satu hal yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan adanya pengakuan maka semua yang hendak diperbuat dapat dinyatakan benar dan dapat diterima oleh orang-orang sekitar. Bagi seorang pelukis, dia pasti memiliki kerinduan bahwa lukisannya itu bagus dan indah. Bagi seorang murid, mendapatkan pengakuan bahwa dia adalah pribadi yang pandai bisa menjadi hal yang penting. Bahkan ada juga seorang calon pemerintah pula mendambakan sebuah pengakuan dari rakyat sehingga memperoleh tujuannya. Memperoleh pengakuan ini memang adalah hal yang baik karena bisa dikatakan sebagai sebuah apresiasi atas perbuatannya. Namun terkadang, tidak selamanya pengakuan itu bersifat positif, melainkan juga pengakuan itu bisa berkonotasi negatif yang menghantar seseorang pada kesombongan diri.

Injil hari ini menceritakan hal yang serupa. Ketika Yesus berhadapan dengan Simon Petrus, Ia memberikan tiga kali pertanyaan yang sama. Yesus secara pribadi ingin mendengarkan pengakuan yang pasti oleh Simon Petrus. Akan tetapi berbeda dengan semua pengakuan yang diharapkan manusia, Yesus hanya ingin mendengarkan pengakuan Simon Petrus mengenai keseriusannya dalam mengasihi Yesus. Ia tahu bahwa kelak pertanyaan ini akan kembali menyadarkan Simon Petrus ketika nanti ia menyangkal Yesus. Meskipun Yesus tahu akan hal tersebut namun Yesus senantiasa menganugerahkan Rahmat yang luar biasa kepada Petrus. Itulah rahmat perutusan untuk mengembalakan domba-domba-Nya yang nampak pada akhir dari setiap jawaban yang Petrus berikan kepada Yesus.

Melalui bacaan di atas, Yesus hendak menunjukkan kepada kita bahwa hukum yang paling utama umat beriman adalah kasih. Ia adalah kasih dan pemilik kasih itu sendiri. Dalam bacaan pertama dan kitab mazmur, dilukiskan bagaimana manusia melambungkan pujiannya kepada Tuhan yang penuh kasih. Dia yang bertakhta dan berkuasa atas hidup manusia. Di sini telah menunjukkan bahwa Yesus sangat mengasihi umat-Nya. Apakah kita sudah mengasihi Dia? Apakah kita telah menerapkan hukum kasih dalam hidup keseharian kita? Karena itu lewat bacaan Injil hari ini, kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus diajarkan untuk senantiasa menyatakan kasih dalam hidup kita sehari-hari. Kasih itu kita berikan kepada sesama manusia tetapi juga kepada Tuhan yang selalu ada dalam hidup kita. Kasih adalah hal utama yang harus dilakukan oleh pengikut Kristus.

(Fr. Ambrosius Andy Rahawarin)

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?…” (Yoh. 15:17)

Marilah Berdoa:

Ya Yesus yang Mahabaik, limpahilah kami anak-anak-Mu selalu dengan kasih-Mu. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini