Hari Biasa Pekan II Paskah (P)
Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36.
Kita telah dibaptis dengan Roh Kudus dan menjadi Anak Allah, sehingga jika ditanyai apakah kita percaya kepada Allah? Tentunya kita akan menjawab percaya! Namun, maukah kita memberikan diri untuk bersaksi tentang firman Allah? Apakah kita lebih suka memilih menjadi pendengar firman daripada mengorbankan diri menjadi pewarta atau saksi iman?
Dalam bacaan pertama, para rasul berani bersaksi di hadapan Mahkamah Agama bahwa: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh (Kis. 3:29-30).” Mereka telah menerima Roh Kudus yang berasal dari Allah sehingga mereka adalah saksi untuk memberitkan fiman Allah kepada semua orang. Para rasul menunjukan sikap pengorbanan dan pemberian diri yang sungguh-sungguh luar biasa. Mereka memiliki pemahaman dan pengenalan yang baik tentang Yesus, sehingga tidak ada ketakutan terhadap risiko yang akan dihadapi. dan memberikan diri seutuhnya untuk bersaksi tentang-Nya.
Begitu pula dalam bacaan Injil bahwa Yohanes Pembaptis menunjukan sikap hidup seturut martabat panggilannya. Ia mengatakan kebenaran iman tentang Yesus Kritus, karena ia menyadari dirinya bukan Mesias dan bahwa Yesus berasal dari atas dan Dia adalah Anak Allah. Sebab Allah sungguh mengasihi Yesus dan segala sesuatu diberikan kepada-Nya. Maka, “Barangsiapa yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya (Kis: 3:36)”. Yohanes mengenal Yesus dengan baik, sehinnga apa yang dikataknaya bukanlah suatu ketidakbenaran. Ia adalah saksi dan pewarta iman, sehingga ia menyadari bahwa tugasnya hanya mempersiapkan jalan bagi Yesus. Maka bpatisan Yohanes di sungai Yordan bertujuan sebagai pertobatan dan persiapan bagi kedatangan Mesias.
Karena itu, kita yang percaya dan mengenal Yesus haruslah mengorbankan diri untuk mewartakan injil kepada semua orang. Maka kita harus belajar dari Yohanes Pembaptis dan para rasul yang taat pada Allah dan setia menjadi saksi tentang Yesus Kristus. Kita harus berani, sebab Allah senantiasa mendampinggi kita dan mengaruniakan Roh-Nya. Semoga dalam masa paskah ini, kita semakin menjadi berkat bagi sesama dan dapat hidup dalam kebenaran dan kehendak Allah.
(Antonio Herdy Faubun)
“Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas”
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, dampingilah aku selalu, supaya aku tetap setia menjadi saksi-Mu, sehingga semakin banyak orang yang betobat dan mengenal Engkau. Amin











