“KASIH YANG MENYELAMATKAN”:  Renungan, Rabu 19 April 2023

0
1190

Hari Biasa Pekan II Paskah (P)

Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kelanjutan dari percakapan Nikodemus dengan Yesus. Nikodemus merupakan seorang Farisi yang terpelajar dan pemimpin Yahudi. Namun dengan diam-diam Nikodemus ingin  memahami tentang Yesus secara lebih mendalam. Dalam percakapan mereka, Yesus menyakini Nikodemus bahwa diriNya adalah Mesias, Putra Allah yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari kebinasaan. Penyelamatan manusia terjadi karena kasih Allah. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Kasih Allah akan selalu ada dan tidak akan pernah berkesudahan bagi setiap orang.

“Barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah” (Yoh. 3:18). Dengan kasihNya setiap orang akan memperoleh keselamatan, asalkan percaya kepada Dia yang telah Allah karuniakan kepada setiap orang yaitu Anak TunggalNya, ialah Yesus Kristus. Sebab bagi mereka yang tidak percaya hanya berada di bawah hukuman. Hal ini tentu mau menunjukkan kepada kita bahwa Yesus adalah Putra Allah, dan dalam Dia kasih Allah semakin dinyatakan kepada kita agar memperoleh keselamatan dan terbebas dari hukuman.

Terang telah datang ke dunia dan terang itu adalah Yesus untuk menerangi setiap orang dalam kegelapan. Yesus menghendaki supaya setiap orang datang kepadaNya dan memperoleh keselamatan. Sebab, jika setiap orang berada dalam terang dan melakukan segala hal yang baik dan benar berarti ia berada dalam Allah.

Kasih Allah selalu nyata dalam diri Yesus Kristus yang telah menang melawan maut dan bangkit dari kematian demi keselamatan umat manusia dari belenggu dosa. Kita yang telah diselamatkan karena kasih Allah dalam diri Yesus Kristus, hendaknya selalu hidup dalam kasih Allah itu dengan tindakan-tindakan dan perkataan kita setiap hari agar kita pun dapat menjadi terang bagi diri sendiri dan orang lain.

(Fr. Marco Yohanis Mamarodia)

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16)

Marilah berdoa:

Tuhan, kiranya kami dapat selalu memancarkan terang kasih-Mu bagi setiap orang yang kami jumpai. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini