Hari biasa Pekan III Prapaskah (U).
Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8b-9,10-11b,14,17; Mrk. 12:28b-34.
Sabda Tuhan hari ini mengajak kita semua kepada pertobatan. Namun, perlu kita sadari bahwa pertobatan yang dimaksudkan di sini bukanlah semata-mata mengakui kesalahan dan kemudian meminta maaf lalu selesai persoalan!. Dalam bacaan Injil yang sudah kita dengarkan, dikisahkan tentang dialog yang terjadi antara Yesus dengan Ahli Taurat mengenai hukum yang utama dalam Taurat. Ditunjukkan bahwa Yesus sangat kagum dengan tanggapan yang diberikan oleh ahli Taurat itu. Ia bukan hanya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Yesus melainkan ia juga mengimani maksud dari perkataan Yesus dan kemudian ia mengalami pertobatan batin. Ia kemudian menyadari bahwa aturan hidup sesungguhnya adalah yang sesuai dengan yang Yesus sampaikan.
Hal ini sebenarnya sangat berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Hosea kepada orang-orang di Israel. Hosea memperingatkan orang Israel agar bertobat dan kembali kepada Allah. Pertobatan yang dimaksudkan bukan semata-mata mengakui kesalahan dan kemudian selesai melainkan pertobatan yang dimaksud ialah perubahan hidup dari yang buruk menjadi lebih baik lagi. Allah melalui nabi Hosea menyampaikan kehendak-Nya yakni supaya orang-orang Israel kembali dalam naungan kasih Allah dan meninggalkan cara hidup mereka yang lama.
Bacaan-bacaan hari ini hendak mengajak kita untuk meninggalkan semua cara hidup kita yang lama. Semisal: tidak taat terhadap perintah Tuhan, masih suka menyepelekan hal-hal yang menjadi tanggung jawab kita atau pun terlalu sibuk mementingkan diri sendiri dan melupakan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Kita diajak untuk mau berubah dari semuanya itu. Kita diminta untuk kembali dalam naungan kasih Tuhan. Ia sendiri mengajari kita untuk saling mengasihi siapa saja, entah itu sesama kita bahkan juga musuh kita. Janganlah kita menaruh dendam kepada orang lain sekalipun kita tahu bahwa orang itu membenci kita sebab Yesus sendiri tidak pernah mengajarkan kebencian melainkan hidup dalam cinta kasih. Marilah kita sekalian meninggalkan sifat-sifat jelek kita dan kembali kepada tuntunan Tuhan agar hidup kita menjadi lebih damai dan kita harus menyadari bahwa tanpa Allah, kita tidak bisa hidup dalam damai.
(Redaksi)
“… Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” (Mrk. 12:34)
Marilah berdoa:
Ya Allah, tuntunlah kami agar selalu menyesali dosa yang telah kami perbuat dan selalu mendambakan pengampunan dari-Mu. Amin.











